"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, November 27, 2013

Dokter Mogok Kerja, Pasien RS dr Soebandi Jember Terlantar

Jember. MAJALAH-GEMPUR.Com. Ratusan dokter dan perawat se Jember gelar aksi Solidaritas ditahannya dr. Dewa Ayu Sasiary, oleh Kejati Sulawesi Utara yang diduga melakukan malapraktek. Akibatnya beberapa pasien terlantar.

Aksi solidaritas kepada 3 dokter: yaitu dr Dewa Ayu Sasiary Prawan (38) yang dijebloskan ke Rutan Malendeng Senin (25/11), usai ditangkap di Balikpapan (8/11) Atas putusan MA dengan hukuman penjara 10 bulan dan dr Hendry Simanjuntak yang ditangkap di Medan dan dijebloskan Rutan Malendeng serta dr Hendry Siagian yang masih buron.

Mogok kerja yang digelar sejak 08.00 Wib -12.00 Rabo (27/11) di halaman Rumah sakit dr. Soebandi Jember tersebut menurut ketua IDI Jember dr. Hendro Soelistijono MM bukan aksi demo ataupun tuntutan yang sifatnya spesifik tetapi penyampaian ungkapan keprihatinan terhadap rekan seprofesinya di manado yang dianggap melakukan maalpraktek.

Bentuk Peradilan Khusus Profesi Kedokteran
“Seharusnnya termonologinya dipertegas, perlu diadakan uji lebih mendalam, apakah tenaga kesehatan atau dokter melakukan tindakkan medisnya sudah sesuai dengan standart profesi (SPO) atau standart etika kedokteran, kalau tindakan dokter sudah sesuai dengan SPO, saya kira itu bukan mal praktek “ Tutur Hendro

Karena setiap tindakan tenaga kesehatan atau dokter itu, tidak bisa diukur dari hasil pengobatannya tetapi harus dilihat dari proses tenaga kesehatan atau dokter dalam menjalankan upaya pengobatannya, untuk itu kami berharap agar  kejadian  ini tidak dijadikan yuriprodensi bagi penegak hukum“ tambahnya.

Dalam aksi tersebut Hendro meminta dilakukan revisi Undang-undang Kedokteran atau Kesehatan peradilan khusus profesi kedokteran dapat dihidupkan kembali, seperti peradilan militer, sehingga keputusannya benar-benar  fair dan tidak terjadi lagi kriminalisasi terhadap dokter. Pintanya.

Berdasarkan pantauan MAJALAH-GEMPUR.Com. terlihat bentangan spanduk d bertuliskan  “Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember Menolak Kriminalitas kepada Dokter” Dokter bukan Pembunuh. Izinkan kami sehari saja jadi manusia biasa, kami istirahat sejenak dari menjadi dokter dengan menunda pelayanan sampai dengan jam 12.00 WIB, agar hati kami tenang, keluarga kami tidak kecewa melihat usaha kami menolong sesama dibalas dengan cacian hujatan dan penjara. Demikian bunyi spanduk yang tertulis di depan Rumah Sakit (RS) dr Soebanddi. Akibat aksi mogok kerja ratusan dokter ini, beberapa pasien terlantar dan tidak terlayani.  

Menanggapi aksi tersebut Ketua komisi C Mohammad Asir berharap penyampaian aspirasi ini tidak sampai jam 12. Hal ini dihawatirkan akan mengganggu pelayanan. “Jangan sampai ada keluhan, UGD Harus jalan terus, apalagi yang emergency, Jangan sampai  menungu jam 12. Harus ditangani, ya ini harus menjadi perhatian kita bersama”. Tegasnya. (eros,yond/midd ).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: