"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, November 6, 2013

Eggy Sudjana Dukung Upaya Pembongkaran Mafia Migas Di Lingkar Istana

Jakarta. MAJALAH-GEMPUR.Com. Upaya membongkar mafia migas pembangunan kilang gas cair Donggi - Senoro di Banggai Sulteng disupport Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI) Dr. H. Eggi Sudjana, S.H. M.Si.

“Kami siap menunjukan adanya orang-orang yang tepat menjadi saksi untuk membantu KPK membongkar semua dugaan korupsi di SKK Migas, Pertamina dan ESDM karena mereka yang bersangkutan bisa menjadi saksi dan memiliki bukti yang kuat tentang kronologi kecurangan di proyek pembangunan kilang gas ini,”

Demikian disampaikan Eggi usai menyerahkan laporan penyimpangan proyek kilang gas cair Donggi -  Senoro yang diduga merugikan negara  ± 1584 Miliyar US Dolar, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (6/11/2013).

Menurut Eggy seharusnya  KPK tidak hanya memblow-Up kasus kasus yang tertangkap tangan saja, namun juga berdasarkan laporan dari masyarakat, “data-data yang kami serahkan sekarang ini segera diadakan pemeriksaan dan selanjutnya menangkap, memeriksa dan mengadili pihak-pihak yang diduga yang terlibat dalam proyek tender Donggi Sonoro yang belum bisa kami sebut namanya satu persatu ke public demi untuk menjaga etika hukum atau azas praduga tak bersalah,”  terang Eggy.

Diyakini oleh mantan Calon Gubernur Jatim ini, saksi-saksi kunci yang akan dihadirkannya di KPK dapat mengungkap keterlibatan  orang orang di seputar Istana Negara, “kami meminta KPK dengan kesunguhannya menangani kasus ini sesegera mungkin karena dengan kasus ini saja telah merugikan negara  ± 1584 Miliyar US Dolar,” jelasnya Egi yang membawa sekitar 50 massa ke KPK ini.

Menurut Eggy, indikasi kuat adanya keterlibatan pihak Istana dapat dilihat setelah terjadinya pergantian kepemimpinan Nasional dari SBY -JK ke SBY- Boediono kebijakan yang di dengungkan JK berubah seratus delapan puluh derajat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh menetapkan bahwa alokasi Donggi-Senoro akan memasok domestic dengan proporsi sekurang  kurang nya 25% hingga 30 % dengan mempertimbangkan tekno ekonomi proyek dan pembangunan pemenang tender diberikan kepda Mitsubishi Corporation meskipun penawaran lebih tinggi dari peserta tender lainnya.

Namun faktanya rezim SBY- Boediono justru membuka peluang alokasi gas diekspor seluruhnya dan harga pembangunan proyek Donggi jauh diatas harga pasar.

“Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh Komisioner KPK untuk dapat bergerak cepat dan profesional untuk mengusut kasus ini sampai kepada kalangan Istana Negara. Apabila KPK tidak mengusut kasus ini, maka patut diduga keras KPK tidak berani alias pengecut juga telah jelas-jelas menghianati amanat rakyat untuk memberantas korupsi di Indonesia oleh karena itu patut  untuk dengan kesadaran nya mengundurkan diri dari Komisioner KPK.

Selanjutnya waktu akan berjalan terus yang di kemudian hari Insya Allah rakyat dengan caranya sendiri akan membuat pengadilannya terhadap para Koruptor tersebut ,” Pungkasnya (*Arif/eros)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: