"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, 24 November 2014

Jumlah LKMM Diskop Jember Terus Bertambah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UMKM)  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timur akan mendapat tambahan pekerjaan.  Pasalnya setiap tahun jumlah LKMM terus bermunculan.

Penambahan jumlah Lembaga Keuangan Mikro Masyarakat  (LKMM) itu diketahui ketika rapat kerja dengan Komisi B DPRD Jember yang diikuti lengkap sebelas anggota komisi untuk membahas rencana anggaran dan kegiatan (RAK) Diskop UKMM tahun 2015.

Salah satu rencana kegiatan pada tahun 2015 yaitu penambahan jumlah LKMM. Dalam RAK direncanakan ada sepuluh lembaga keuangan bagi masyarakat miskin tersebut. Nilai anggaran Rp. 400 juta atau per lembaga Rp. 40 juta.

Anggota Komisi B meminta ada tambahan sebanyak 22 LKMM baru tahun depan. Nilainya pun sama dengan jumlah Rp. 880 juta. “Kita ini berbicara untuk kepentingan Jember,” kata Ketua Komisi B, Bukri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Mirfano, menjelaskan, LKMM merupakan lembaga keuangan seperti bank. Namun peruntukannya bagi warga miskin. “Banknya orang-orang miskin. Banknya usaha mikro yang ada di masyarakat,” terangnya usai rapat.

“Lha, kalau ada bank untuk orang mampu, supaya ekonomi adil harus ada bank untuk orang-orang miskin,” lanjutnya. Ada dana hibah diberikan oleh Dinas Koperasi UMKM. Besarnya Rp. 25 juta sebagai dana hibah.

Pembentukan LKMM dengan anggota 50 sampai 100 orang. “Kita latih dulu. Semua anggotanya pengusaha mikro, semuanya pengusaha yang kondisinya miskin,” jelasnya.

Di Kebupaten Jember, LKMM telah dibentuk sejak tujuh tahun lalu. Dana hibah yang digelontorkan sebanyak Rp. 9 miliar. Anggotanya sebanyak 48 ribu dengan omset sebesar 48 miliar setiap tahun.

Saat ini sudah ada 524 LKMM yang tersebar di 524 dusun di seluruh Kabupaten Jember. Pendirian lembaga keuangan berbasis dusun. “Satu dusun ada satu LKMM. Satu dusun ada satu bank Gakin (keluarga miskin), banknya orang-orang miskin,” terangnya.

Ia berharap bisa mendirikan LKMM di setiap dusun, yang berjumlah 1100. “Berbasis dusun atau berbasis pasar desa. Supaya melawan rentenir. Ada bank Gakin, rentenir ngacir,” tuturnya. “Tahun depan kita bikin sepuluh, tapi Komisi B tadi minta tambahan 22,” pungkasnya. (Din)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: