"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, December 13, 2015

Sekitar 500 Anggota Perguruan Silat Setia Hati, Serang Anggota Perguruan Silat Kera Sakti

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sekitar 500 orang berkendara sepeda motor dari perguruan silat, Sabtu malam (12/12) merusak bengkel sepeda motor milik Agus (45) warga DusunKrajan Desa Sukorejo Bangsalsari.

Pengrusakan sekitar pukul 23.00 Wib diduga lantaran dalam bengkel ada Bendera simbol Perguruan Silat Kera Sakti (PSKS). “Ada sekitar 500 orang dari perguruan tinggi PSHT,  mereka merusak gambar perguruan saya dan melempari bengkel saya dengan batu”, ujar Agus Minggu (13/12)

Merasa terancam jiwanya Agus minta bantuan tetangga. “Lalu saya teriak minta tolong kepada tetangga, beruntung tidak sampai rusak parah, karena tetangga saya segera keluar dan mendatangi bengkel saya, saat banyak tetangga yang datang mereka membubarkan diri menuju utara,”  Tambahnya.

Atas kejadian ini, Agus melaporkan perusakan bengkelnya ke Mapolsek Bangsalsari, karena sebelumnya memang terjadi perselisihan antar kedua perguruan antara Pencak Silat Kera Sakti (PSKS) dengan Perguruan Setia Hati Terate (PSHT),

Pihak Polsek Bangsalsari langsung dengan dibantu pasukan dari Rayon 4 Polres Jember yang terdiri dari Polsek Tanggul, Semboro dan Sumberbaru melakukan pengejaran terhadap segerombolan anggota PSHT, dan hasilnya 21 anggotanya berhasil diamankan.

Informasi yang berhasil dihimpun, perselisihan antara dua perguruan silat ini bermula saat Anang (20) anggota dari PSKS warga Dusun Krajan Desa Sukorejo Bangsalsari dikeroyok anggota PSHT yang dikoordinatori Aldi (19) danMasruhin warga Dusun Krajan A Desa /Kecamatan Bangsalsari, pada 22 November lalu.

“Memang saat itu anggota kami dikeroyok oleh anggota PSHT, hingga memar, dan ketua PSHT Sukorejo mas Sis sudah mendatangi kami dan meminta maaf atas kelakuan anggotanya, dan berjanji akan mempertemukan anggotanya untuk meminta maaf, namun sampai saat ini belum terwujud,” ujar ketua PSKS Bangsalsari Heri

Aldi dan Masruhin diduga menyebar isu jika anggota PSKS akan balas dendam dengan mendatangkan bantuan dari Banyuwangi, dan puncaknya Sabtu malam kemarin, sekitar 500 lebih anggota PSHT melakukan sweeping terhadap anggota PSKS dan polisi mengamankan 21 anggota PSHT selanjutnya dibawa ke Mapolres Jember.

Kabagops Polres Jember, Kompol. Kusen Hidayat saat diklarifikasi membenarkan telah mengamankan 21 anggota dari perguruan PSHT, namun tidak ditahan, “Kami sudah mendata anggota perguruan silat yang kami amankan, dan hari ini mereka kami pulangkan tapi besok kami kenakan panggil lagi untuk dimintai keterangan,” ujar Kompol Kusen Hidayat.

Kusen mangatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif terlebih Jember baru saja menggelar Pilkada dan tahapannya belum selesai, mereka yang sempat diamankan adalah, Saiful Bahri dari -Tanggul, Risky Zulkarnain - Ambulu, Rukun Widodo - Gumukmas, Diky Alfan - Wuluhan Muhtar Rifa'i - Wuluhan, Ahmad Gojali - Tanggul, Roni Suryanto - Panti Ahmad Arifin - Purwojati, Suyit - Puger,M. Jefri - Lojejer, Bagus Efendi - Lojejer, Akbar Amirulloh - Patrang, M. Faturohman - Puger, Rustamaji - Bangsalsari, M. Agus Soleh - Rambi, Fauji Pangestu - Wuluhan, Teguh Dwi - Wuluhan, Anang - Panti, M. Rizal - Bangsalsari, Soim - Rowotwngah Agus - Rambipuji.

Tidak hanya mengamankan anggota perguruan tinggi, sejumlah barang bukti juga diamankan polisi diantaranya 17 sepeda motor serta beberapa HP, bahkan saat polisi memeriksa HP terdapat sms memprovokasi yang isinya “Jangan Takut bala bantuan akan datang menjemputmu”. (edw/min)

Berita Terkait Kriminal

No comments: