"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, February 22, 2016

Belasan Cabor Soal Dana Pembinaan KONI Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Belasan pengurus Cabang Olah Raga (Cabor) Senin malam (22/2) gelar mosi tidak percaya Kepemimpinan Ketua Koni di RM Palem Garden jalan Panjaitan, Kelurahan Sumber Sari Jember.

Mosi tak percaya ini diikuti poleh ara pengurus dan Ketua, sesepuh dan pelatih cabor, mulai dari cabang Olah Raga Pertina, Silem, PGI, IKASI, Percasi, Perkemi, Gabsi, ISSI, Kempo, Pobsi, Muangtai, Kodrat, dan Silat. Semua diberi kesempatan untuk menyampaikan ungkapan terkait kepemimpinan Ketua Koni H. Abdul Halim.

Dalam kesempatan itu para pegiat olah raga di Kabupaten Jember, mengingikan meningkatkan prestasi cabang olah raga yang mereka geluti. Seperti halnya yang di ungkapkan oleh Mochamad Tarom dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI).

Pihaknya sering membuat proposal kegiatan pelatihan namun tidak mendapat respon dan perhatian dari pengurus Koni. Selain itu bila mendapatkan bantuan dana selalu mengisi dengan kwitansi kosong. “  Kami hanya disuruh menandantangani pencairan dana ini dan itu di kwitansi kosong  dua kali,” akunya.

Ketua Pegolef Indinesia (PGI) Hendra Jaya, yang sudah mengalami tiga kali pergantian pimpinan, sebagai atlit golf kacah Internasional, puluan mendali yang didapatkan salah satunya mendali emas dikejuaraan Asean di Thailand. Namun dirinya bangga didalam hati. Tahun 2015 lalu dirinya mengikuti kejuaraan di Thailand dan  hanya mendapatkan bantuan sebesar 7,5 juta dan beberapa kejuaraan lainnya yang telah diikuti.

Hal yang tidak jauh berbeda yang diungkapkan oleh pelatih Cabang Anggar Okik, saat membutuhkan biaya untuk pemberangkatan team. Untuk kejuaraan daerah tidak ada bantuan, sehingga mengurungkan niat memberangkatan atlit di Kejuaraan Pekan Olah Remaja (POR).  

“Karena minim pendanaan, sehingga atlit anggar merasa tidak diperhatikan. Dengan demikian para atlitnya yang sudah berprestasi hengkang keluar daerah lain mencari yang menjajikan,” paparnya.

Selain itu Imron Cayadi dari Cabor Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), menyampaikan pengurus Percasi hanya mendapatkan sebagian dari dana pembinaan yang dijanjiakan. “ Kami dijanjikan mendapat bantuan dana dua puluh juta namun hingga akhir tahun anggaran 2015, hanya mendapat bantuan sepuluh juta. Tapi diminta untuk membuat laporan seperti janji awal dua puluh juta,” ungkap Imron.

Imron menambahkan prestasi di tahun 2015, Percasi mendapatkan dua emas dua perak. Saat awal dijanjikan dana pembinaan 30 juta namun tidak pernah terwujud.

Sementara Okik yang mendampingi Agus Sakera sebagai Ketua Cabor Muang Thai penggagas Ccngkruan mengatakan semua cabang menginginkan memajukan cabor masing-masing, namun masih belum mendapatkan dukungan dari Induk Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Jember.

Sehingga pada kesempatan kali ini para pengurus dan tokoh Cabang olah raga, mengeluarkan ungkapan yang terpendam. “ Karena dari pihak Koni sendiri dalam satu tahun belum pernah ada rapat pengurus Cabor,” pungkas Okik mantan atlit sebagai Koordinasi Lapangan. (midd)

Berita Terkait

No comments: