"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, March 24, 2016

Penderita Penyakit Kusta Jember Terbanyak Ke Empat Se-Jatim

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Penyandang kusta di Jember tembus angka 400 orang dan peringkat ke 4 se Jatim. Karena angkanya yang fantastis hingga menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan  setempat.

Penyakit Kusta atau Marbus Hansen merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobakterium Leprael, bakteri kusta ini dapat berkembang biak dalam 2-3 minggu. Bakteri ini mampu bertahan diluar tubuh manusia hingga 9 hari, bahkan bakteri kusta ini mampu bertahan dalam masa inkubasi 2-5 tahun.

Pengobatan terhadap penyakit kusta bersifat menekan perkembang biakan bakteri agar tidak menyebar ke bagian kulit lainnya. Ada tiga tingkat penularan penyakit kusta ini di antaranya, seseorang yang memiliki system imunisasi tinggi terhadap penyakit kusta.

Kedua seseorang yang memiliki imunisasi rendah lebih cenderung mudah terinfeksi bakteri kusta dengan penderita kusta lainnya dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya, serta  seseorang yang memiliki pertahanan tubuh yang sangat lemah,

Maka kemungkinannya sangat besar tertular penyakit ini jika orang yang kena kusta melakukan kontak langsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Demikian diungkapkan oleh Humas Dinas Kesehatan Jember Yumarlis SH kepada sejumlah media Kamis (24/3)

Menurut  Yumarlis, sebenarnya penyakit kusta itu masih bisa disembuhkan dengan cara berobat secara rutin, namun masyarakat nampaknya enggan berobat mungkin karena malu atau fattor biaya, karena masyarakat yang terdampak penyakit kusta kehidupannya dibawah rata-rata.

Penyakit kusta kebanyakan dari Daerah pesisir selatan di antaranya Puger, Ambulu, Kencong, Gumukmas. “Masyarakat yang terdampak penyakit kusta segera membawa ke Puskems terdekat atau langsung ke rumah sakit Dr Soebandi Jember dipastikan yang bersangkutan tidak akan di kenakan biaya pengobatan”. jelasnya

Selama ini pihak Dinas Kesehatan telah melakukan langkah ansipasi dan penyembuhan,’’Kami selalu memberikan kemudahan dalam hal penanganan penyakit khususnya kusta. kami khawatir bila tidak segera ditangani dikhawatirkan mereka akan dikucilkan oleh masyarakat” pungkasnya. (eros/jok)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: