Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan"
Custom Search

Selasa, 07 Maret 2017

Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tembus Mancanegara

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Meski dalam penjara, tak hentikan kreatifitas warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi hasilkan karya bernilai jual tinggi. Bahkan karnyanya tembus pasar mancanegara.

Hasil kerajinan para warga binaan, membuktikan sebenarnya mereka memiliki sisi positif disamping image negatif yang melekat. Kata Wabup Yusuf Widyatmoko saat melepas satu kontainer produk kerajinan tangan hasil karya Lapas Banyuwangi tersebut ke Busan Korea Selatan. Selasa (7/3

Saat diberi kesempatan mereka ternyata mampu menghasilkan karya yang tidak hanya bermanfaat tapi juga bernilai ekonomis. “Hari ini kita menyaksikan langsung kalau warga binaan mampu berkontribusi pada perekonomian daerah dan ikut mengangkat nama Banyuwangi di pasar internasional,” kata Wabup.

Kegiatan ini akan menumbuhkan kemandirian dan optimisme warga binaan untuk berkiprah di masyarakat lewat ketrampilan yang dimiliknya. “Selama ini persepsi orang warga lapas tidak produktif, ekspor kerajinan ini membuktikan sebaliknya. Saat keluar dari Lapas sudah bisa mandiri,” ujarnya.

Menurut Kepala Lapas Banyuwangi produk yang diekspor berbagai peralatan makan khas Korea dari kayu.  Seperti piring, mangkuk, tempat nasi, dan baki. Jumlahnya mencapai 12.572 buah item. “Kegiatan Ekspor ini yang pertama ke Korea Selatan. Semua barang itu kami kirim menggunakan satu  kontainer. Sebelumnya sudah ekspor secara rutin satu bulan sekali ke Jepang” kata Harimin.

Harimin menjelaskan, awalnya Lapas bekerjasama pihak ketiga untuk membekali warga binaan kelas II B tersebut dengan kerajinan tangan. Melihat hasil yang dinilai baik dan berkualitas, pihak ketiga mempercayakan pengerjaan kepada warga Lapas. Saat ini ada 740 warga binaan yang ada di Lapas Banyuwangi.

“Warga lapas mengerjakan bergantian, agar semua dapat kesempatan memperoleh pendapatan. Mereka ini mengerjakan semua proses pembuatan kerajinan mulai dari bahan baku berupa kayu hingga mencapai produk jadi 80 persen. Untuk penyempurnaannya dilanjutkan oleh mitra Lapas,” beber Harimin.

Harimin melanjutkan setiap orang warga binaan mendapatkan upah sebesar Rp. 600-Rp. 800 rupiah untuk satu barang yang dikerjakan. Dalam sehari per orang bisa menyelesaikan 60 kerajinan. “Penghasilannya lumayan lah buat mereka, bisa lebih mandiri meskipun di Lapas, tidak tergantung dari orang lain,” ujarnya.  

Setelah melepas ekspor kerajinan tangan warga binaan ke Korea Selatan, Wabup Yusuf juga membuka kursus Bahasa Inggris perdana yang digelar Lapas Banyuwangi. Kursus Bahasa inggris ini diikuti  sebanyak 148 warga binaan dan 37 petugas Lapas. (Hms/him)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: