"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, September 14, 2017

Dilaporkan NU Ke Polres Banyuwangi, Yunus Siap Buka-bukaan

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Aktivis lingkungan yang getol menolak Tambang emas Tumpang Pitu M Yunus Wahyudi, mengaku tak gentar dilaporkan LKBH NU ke Polres Banyuwangi Rabu (13/9) lalu.
          
Menanggapi langkah Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, pria asal Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi menegaskan dirinya siap untuk menghadapinya.

Diberitakan sebelumnya bahwa Rabu (13/9), LKBH PCNU Banyuwangi, Misnadi bersama Wakil Ketua PCNU Banyuwangi, H.Nanang Nur Achmadi didampingi Banser NU menyampaikan berkas laporan dugaan pencemaran nama baik yang telah dilakukan M Yunus Wahyudi.

Aktivis kontroversial itu dilaporkan berdasarkan pasal 310 Kitab KUHP junto pasal 27 Undang-undang ITE dan pasal 311 ayat 1 KUHP, menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan dan bahwa orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut tidak benar.

Yunus diduga telah menuduh pengurus NU telah menerima aliran dana dari PT IMN dan PT.BSI. “Pelaporan sudah diterima, tinggal menunggu tindakan penyidik lebih lanjut untuk melakukan pemeriksaan saksi. Tanda bukti laporan juga sudah kita terima,” ujar Misnadi.

Sebagai sesama muslim PCNU, masih memberi peluang Yunus meminta maaf dengan sowan kepada kiai-kiai. “Jika ada itikad baik cukup silaturahmi menemui kiai NU dan minta maaf, selesai sudah. Tapi jika tidak mau, tetap akan terus lanjut,” imbuh Misnadi yang saat itu didampingi tujuh pengacara.

Hal itu tidak menyurutkan pendiriannya. “Saya tidak akan meminta maaf. Saya juga didampingi 17 pengacara serta siap membongkar oknum kiai yang menerima aliran dana. Saya tidak mungkin bicara jika tidak memiliki bukti-bukti,” jelasnya, kepada sejumlah media Kamis (14/9)

Sebagai warga NU, Yunus mengaku tidak terima jika organisasi Islam terbesar di Indonesia dijadikan ajang oknum kiai untuk memperkaya diri. “Saya ini orang NU, saya pendekar pagar nusa, bapak saya Ketua NU. Saya tidak terima jika NU dijadikan alat oleh para oknum kiai,” sergahnya berapi-api. (kim)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: