"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Selasa, 19 September 2017

Kejari Jember Tahan Dua Tersangka Kasus Bansos Ternak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan, dua ketua kelompok ternak penerima Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2015 ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Jawa Timur.

Dua tersangka masing-masing Ahmadi Dwiyanto (36) ketua kelompok ternak “Amanah” Sukowono, dan Kusnadi bin Nawar (49)  Ketua Kelompok ternak “Rizki” Sukowono ditetapkan tersangka dan langsung dilakukan penahanan badan.

“Mereka ditahan karena ditemukan indikasi rekayasa penggunaan anggaran, seperti membentuk kelompok, sesaat sebelum pengajuan, pembelian dan pemeliharaan tidak sesuai ketentuan” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Asih, Kepada sejumlah wartawan Selasa (19/9) sore.

Asih mencontohkan, salah satu tersangka adalah peternak kuda namun ia mengajukan bantuan sapi, pada saat pemeriksaan ke lapangan, sapi-sapi yang dimaksud tidak ada. Begitu juga dengan bantuan untuk beternak ayam. Ayam yang dibeli secara acak dari warga diakui hasil membeli dari sebuah UD.

Menurut Asih, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan pasti jumlah kerugian negara yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, namun besaran bantuan yang dierima keduanya berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta perkelompok.

"Penyidik telah menemukan rekayasa pembelian ternak tidak sesuai dengan usulan proposal, setelah dilakukan pengecekkan seorang penerima bantuan ternak sapi tetapi ia pemilik kuda, dan cara pengadaanya ternak sapinya sendiri dibeli sendiri dengan uang anggaran tersebut." Jelasnya. 

Sampai saat ini pemeriksaan masih terus dilakukan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya. Kedua akan dijerat Pasal 2 junto Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan langsung ditahan di lapas Jember sebagai tahanan titipan Kejari. (edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: