"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, 20 November 2017

Banjir Di Tanggul Jember Diduga Drainase Tersumbat Sampah



Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Menumpuknya sampah di Drainase jl PB Sudirman Kecamatan Tanggul Jember disinyalir penyebab meluapnya air hingga ke jalan raya hingga pemukiman warga saat hujan deras.


Menurut Sudarmaji Ketua RT 01 Rw 13 dusun tekoan Kauman Desa Tanggul Kecamatan Tanggul yang setiap hari sebagai penjual kopi di seberang jalan dari tumpukan sampah sampah tersebut bukan dari warganya namun orang luar wilayahnya.

"Banyak orang dari luar yang menaruh sampah sampah ini saya melihat sendiri, mereka mengendarai sepeda motor, yang sering malam dan Pagi, " ungkap ketua Rt yang kerap dipanggil Pak Dar oleh warganya kepada media ini Senin (19/11/2017) di Warung kopinya.

Lanjut Pak Dar, terkait sampah warganya pihaknya telah menyediakan gerobak sampah dan petugas untuk setiap hari keliling mengambil sampah di rumah rumah warga, bahkan dirinya membentuk karang taruna di Lingkungannya yang diberinama " Dobrak Kauman "

"Karang taruna Dobrak Kauman ini adalah karang taruna khusus Rt dan rw sini saja mas yang berfungsi Untuk mengelola iuran sampah yang ditarik dari warga, untuk iuran sampah warga dikenakan lima ribu per KK, itu untuk honor petugas sampah, selebihnya kami masukkan di Kas Rukun kematian (RKM) , " katanya.

Menanggapi permasalahan tersebut  Camat Tanggul Sukardi Senin (20/11/2017) dikonfirmasi dikantornya mengatakan Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan terlihat masih sangat kurang, oleh Karenanya kedisiplinan dalam membuang sampah harusnya selalu diterapkan, dari semua aspek baik warga maupun

"Jangan buang sampah disembarang tempat seperti di Saluran drinase ataupun di Sungai, jika kita sedang berada diluar dan memang tidak ada tong sampah, sebaiknya bawalah terlebih dahulu sampah, sampai menemukan tempat sampah," ujarnya. 

Selokan, Saluran maupun sungai bukanlah tempat sampah, melainkan tempat mengalirnya air, Jika banyak sampah maka air tidak dapat mengalir dengan lancar, Hal ini dapat menciptakan sedimentasi di dasar saluran air, akibatnya terjadi pendangkalan pada saluran air tersebut yang akhirnya akan berakibat Air meluap.

“Untuk itu saya menghimbau kepada semua masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, kalau memang perlu dan Urgen Pihak desa bisa membuatkan Peraturan Desa (Perdes) terkait dengan pengelolaan sampah, " Pungkasnya. (yond).

Berita Terkait

No comments: