"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Friday, 26 January 2018

Suami di Jember Aniaya Istrinya Karena Ditolak Berhubungan Intim

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Lantaran diduga menolak berhubungan intim, seorang suami Thoha (35) Warga Dusun Krajan Desa Menampu, Kecamatan  Gumukmas, Jember menganiaya Isterinya.

Menurut Kapolsek Gumukmas AKP Dono Sugiarto, bahwa kasus penganiyaan suami terhadap isterinya sendiri, Mega Mustika (20) warga asal dusun Suling Desa Bagon kecamatan Puger,  ini terjadi pada Minggu jam 3 sore 21 Januari 2018 yang lalu.

Saat itu, Korban yang sudah pisah ranjang,  berjalan-jalan bersama sama teman-teman lakinya, ke kawasan Desa Menampu Gumukmas, melihat isterinya bersama teman laki-laki tidak ia kenal,  tersangka selanjutnya menyeret korban masuk ke rumah tersangka.

Setelah berada di dalam rumah, pelaku mengajak berhubungan intim, meminta korban melayaninya untuk berhubungan. Namun sang istri menolak, terlebih lagi karena sudah pisah ranjang selama 5 bulan, oleh karena itu, tersangka  marah kemudian menjambak  dan mencakar korban.

“Lantaran tidak mau korban berusaha  mencakar, tersangka kemudian memukul wajah korban, yang mengakibatkan luka robek pada pipi kanan dan kiri luka bengkak pada bibir atas, selain itu korban mengalami luka lecet pada telapak tangan bagian kanan”, jelasnya.

Merasa dianiaya, ia melaporkan kasus ke Mapolsek Gumukmas.  Berdasarkan laporan korban, yang dikuatkan dengan keterangan saksi serta hasil Visum dokter, tersangka akhirnya ditangkap polisi, karena diduga kuat melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga KDRT. 

Pihak kepolisian sudah berusaha memidiasi korban dengan tersangka, namun pihak korban dan keluarganya menghendaki Proses hukum tersebut/ dilanjutkan. Untuk mempertanggumg jawabkan perbuatanya tersangka masih menjalani penyidikan dan ditahan di Mapolsek Gumukmas.

"Tersangka dijerat dengan pasal  tindak pidana Kekerasan dalam  lingkup rumah tangga  sebagaimana dimaksud dalam Pasal  44 ayat ( 1 ) UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan  dalam rumah tangga." Pungkas Dono Sugiarto (edw).

Berita Terkait Kriminal

No comments: