"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Tuesday, 20 March 2018

Konflik Becak dan Ojek Online Di Situbondo Dimediasi

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Patokan Selasa (20/03/2018) mediasi konflik paguyuban becak dan ojek online Grab yang mangkal di wilayah RSUD Situbondo.

Mediasi di Kantor Lurah Patokan, Kecamatan Situbondo ini untuk menghindari adanya bentrok dan mencari penyelesaian masalah. Pertemuan dihadiri Kanit Binmas Polsek Situbondo Aiptu Subowo, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sedangkan pihak paguyuban becak dan ojek online ada 25 orang.

Lurah Patokan Sugeng Purwo Priyanto,SE.,MM mengatakan, di kawasan jalan RSUD dr Abdoer Rahem, sering terjadi selisih paham antara tukang becak dan ojek online Grab. “Paguyuban becak disebut tak terima ojek online Grab mangkal di wilayah tersebut”, jelasnya.

Mediasi sejak jam 10.00 wib hingga  jam 12.15 WIB menghasilkan empat poin, yaitu batas penjemputan penumpang ojek online dikawasan jalan depan Kantor Dinsos Situbondo, sedangkan arah utara titik di depan Kantor BPJS.

Batas penjemputan penumpang pengguna jasa transportasi online Grab untuk wilayah SMAN 2 Situbondo arah utara titik penjemputannya di warung Nasi Karak, untuk selatan di area Alfamart selatan stadion, sedangkan dari arah timur titik penjemputannya di area bengkel Motul.

Batas penjemputan pengguna jasa transportasi online Grab untuk wilayah SMPN 1 arah barat titik di depan Koramil Situbondo, untuk timur di depan Kampus UNARS. Dan terakhir saling menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut dan penjemputan penumpang agar sesuai dengan titik lokasi aplikasi.

Sugeng Purwo mengatakan, para tukang becak paguyuban RSUD, SMAN 2, SMPN 1 Situbondo dan driver ojek online Grab yang datang dalam mediasi itu merupakan para koordinator. Dia meminta semuanya mengkomunikasikan hasil mediasi dan mentaati peraturan bersama yang telah dibuat.

Aiptu Subowo berharap ke depan tidak ada lagi perselisihan. "Saya berharap ke depan tidak ada perselisihan di antara driver ojek online dan para tukang becak, semua mencari rejeki. Jadi kami selaku pihak kepolisian menyarankan agar menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya," ucapnya.

Sementara Babinsa Patokan menyatakan, sebenarnya ada 100 pengemudi ojek online. Namun baru saat ini ada perselisihan. Dia pun meminta hal itu tidak terulang kembali adanya kesalahpahaman antara para tukang becak di wilayah RSUD.  "Kunci utama yaitu komunikasi dan saling menghargai," imbuhnya. (mam).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: