"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Thursday, 5 July 2018

Danbrigif dan Tim Sepak Bola Sindo Dharaka Minta Maaf Atas Pengeroyokan Wartawan Jember

Pelatih dan pemain Sepak Bola Sindo Dharaka saat mengunjungi di RS Jember Klinik
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Danbrigif Raider 9 / 2 Jember dan para pemain sepak bola Sindo Dharaka meminta maaf atas tragedi pengeroyokan wartawan Berita Jatim, Oryza Ardiansyah Wirawan itu saat laga dengan Persid di JSG Jember.

Pernyataan itu disampaikan Komandan Brigif Infantri (Danbrigif) Raider 9 / 2, Kolonel Robby Suryadi saat berkunjung di ruang Antorium kamar 232 Rumah Sakit (RS) Jember Klinik bersama Kapolres, AKBP Kusworo Wibowo, Dandim 0824, Letkol Arief Munawar, dan Wakil Ketua DPRD, Ayub Junaidi, Kamis (5/7/2018) pagi.

"Saya selaku komandan Brigif menyampaikan permohonan maaf dan saat ini staf kami masih mem BAP 4 pemain dari unsur anggota kami, karena di club Dharaka Sindo, ada 6 pemain dari anggota kami, dan pada pertandingan kemarin 4 anggota kami yang ikut bertanding," ujarnya. 

Lebih lanjut Kolonel Robby menjelaskan bahwa Club  Dharaka Sindo saat ini bukan sepenuhnya milik Brigif,  tapi sudah merger dengan Samudra Indonesia (Sindo) sehingga namanya menjadi Dharaka Sindo. "Kami hanya memfasilitasi akomodasi pemain dan manager seperti kendaraan dan tempat latihan," Jelasnya.

Namun demikian Ia berjanji akan tindak tegas anggotanya yang terbukti terlibat penganiayaan saat laga di JSG Jember. "Kami masih menelisik rekaman video terlihat offisial dan pemain sindo dharaka,  menggeroyok korban ketika mengambil foto, salah satunya oknum anggota t-n-i berpakaian p-d-l.

“Dua oknum t-n-i berinisial  S dan W, yang ada dalam rekaman video tersebut telah kami periksa dan dimintai keterangan oleh Subdanpom, sanksi tegas sesuai hukum akan ditegakkan terhadap keduannya apabila mereka terbukti bersalah”, tegasnya.

Sementara Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf Arief Munawar, sangat prihatin atas perestiwa yang menimpa seorang Wartawan. "Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran, agar perestiwa yang sama tidak terulang lagi dimasa mendatang." tuturnya

Sementara, Kepala Kepolisian Resor  (Polres) Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, berjanji akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini, dengan melaukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi korban dan penitia pelaksana pertandingan.

Permohonan maaf juga disampaikan oleh pelatih tim Sepak bola yang mendampingi belasan pemain sepak bola Sindo Dharaka yang juga mengunjungi RS Jember Klinik tersebut Kamis (5/7/2018) malam. “Saya atas nama tim Sindo Dharaka menyampaikan mohon maaf kepada Pak Oriza dan keluarga,” Lettu Suyanto Ws paspangop

Tujuan kami membina sepak bola itu sebernarnya tidak lain hanya ingin membawa nama sepak bola Kabupaten Jember, tidak ada maksud lain. “Kejadiannya berangkat dari ketidakpuasan pemain kepada wasit atas pelanggaran yang tidak jelas pelanggarannya hingga terjadi tendangan finalti”,  Jelasnya

Mungkin karena, mereka banyak yang masih muda, tidak bisa mengendalikan emosinya, kemudian kemarahan dilampiaskan kepada mas oriza yang saat itu sedang mengambil foto saat kejadian itu, “untuk itu sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita”, pungksanya.  

Sementara Oryza menyampaikan terima kasih atas kunjungannya dan mengapresiasi respon cepat Danbrigif dan Kapolres Jember, secara pribadi dirinya sudah memaafkan para pelaku penganiayaan. "Saya mengapresiasi respon cepat jajaran polres Jember dan Danbrig yang segera mengusut kasus ini," katanya.

Karena kasusnya sudah diserahkan kepada  aparat penegak hukum, ia mempercayaan sepenuhnya kepada mereka. Namun Oriza menyayangkan pengeroyokan tersebut. “Jangankan dikeroyok, sama satu orang tentara seperti kalian saja, saya pasti kalah, tetapi  kenapa saya diperlakukan seperti itu, padahal Saya tidak kenal kepada kalian semua”,  katanya sambil menangis saat dikunjungi tim dan belasan pemain.

Insiden ini terjadi saat melakukan peliputan pertandingan lanjutan liga tiga sepak bola indonesia antara kesebelasan Persid Jember melawan Sindo Dharaka berlangsung pada Rabu kemarin, dalam pertandingan tersebut kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. 

Sebelumnya beberapa organisasi Jurnalis di Jember yakni Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember mengutuk kejadian penganiayaan yang kembali memipa wartawan.

"Kami memang berencana ke Denpom untuk melaporkan kasus ini, namun Pak Kapolres dan Komandan Denpom dan Danbrig sudah menjenguk, mereka akan melihat vidio untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat, kalau anggota TNI dilimpahkan ke Denpom, dan warga sipil ditangani Polres," ujarnya. 

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember, Ihya Ulumiddin, menurutnya kejadian tersebut seharusnnya tidak boleh terjadi, kejadian ini menunjukkan bahwa prefesi wartawan di Indonesia masih belum aman.

Untuk itu pria yang biasa disapa Udik ini berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua fihak, agar kejadian serupa tidak sampai terulang lagi dimasa yang akan datang. “Kami minta kejadian ini dapat menjadi pelajaran, agar tidak kembali terulang lagi dimassa mendatang”, harapnya. (edw/eros).

Berita Terkait Olahraga

No comments: