"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Saturday, 21 July 2018

Kisah Nahkoda Kapal ‘Joko Berek’ Yang Terbalik di Pantai Puger Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Saat pulang melaut, ketika akan memasuki Plawangan Pantai Puger Kabupaten Jember Jawa Timur, cuaca sangat buruk dan ombak besar, tiba-tiba menghantam kapal.

"Saat akan memasuki Plawangan, tiba-tiba datang ombak tinggi." Cerita Dirman (45),  Nahkoda Kapal Motor Nelayan ‘Joko Berek’ yang kapalnya ‘Karam’ terbalik yang kini dalam perawatan medis Rumah Sakit (RS) Griya Puger Sehat karena luka dibagian lengan tangan dan kaki ini, Sabtu (21/7/2018).

Karena cuaca ektrim, lanjut lelaki yang masih terlihat masih shcok ini dan 21 Anak Buah Kapal (ABK) yang membawa hasil ikan tongkol ini berusaha menunggu datarnya ombak selama satu jam, namun gelombang tinggi tidak henti-hentinya, hingga tiba-tiba menghantam kapal bagian sisi kanan, dan terbalik.

Saat itu Ia nekat lompat dan berenang pasrah. “Saya tidak bisa berkata-kata lagi, apakah bisa selamat atau tidak,  Saya juga tidak ingat lagi kondisi rekannya, karena masing-masing sibuk menyelamatkan diri, tahunya saya lompat terus berenang ke daerah batu-batu yang dangkal," katanya.

Dirinya mengakui sebelumnya melaut pada Rabu (18/7) pukul 11.30 wib hingga terjadi kapal terbalik Kamis (18/7) pukul 08.15 WIB, memang ada larangan untuk melaut. "Tapi kami butuh uang, ya jadi nekat melaut, tidak punya firasat sebenarnya, tiba-tiba ombak besar datang, dan menghantam kapal kami," pungkasnya.

Data dari tim evakuasi gabungan, sampai hari ini, dari 22 orang korban penumpang Kapal, sebanyak 13 orang yang berhasil diselamatkan, dan 8 korban ditemukan dalam kondidi meninggal dunia, seorang laiannya masih dalam pencarian.   

Hal senada disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, bahkan  pihaknya bersama BPBD, dan Basarnas sudah sudah pasang bendera hitam. Namun mereka nekat dan kucing-kucingan karena sudah tiga hari tidak melaut dan terdesak ekonomi.

Kapal itu sebenarnya dalam posisi sudah kembali pada saat mau kembali itulah Kapal dihantam Gelombang dan kapal terbalik.  "Peristiwanya Laka laut, berjumlah 22 Orang, 1 Nahkoda dan ABK 21 orang, 8 ABK sudah diremukan dalam kondisi meninggal, 1 orang dalam pencarian," Jelasnya.

Pencarian masih terkendala cuaca ektrim atau tingginya gelombang yang mencapai 3 hingga 4 meter, sehingga hanya menyisir bibir pantai.  “Untuk itu kami  menghimbau pada para nelayan untuk mengurungkan niatnya untuk berlayar, kalau pun masih nekat, nelayan sendiri yang rugi”, harapnya. (edw).

Berita Terkait Lingkungan

No comments: