"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Sunday, 21 October 2012

Benjamin Ketang: Para Investor Mulai Lirik, Kawasan Pansela Puger Jember Jawa Timur

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kabupaten Jember ini sangat strategis, kususnya dikawasan Pantai Selatan Puger. Jalur lintas selatan ini sangat mempunyai nilai ekonomi baik di Jember, Jatim maupun Nasional.


Karena kawasan tersebut nantinya dipridiksi akan menjadi kota transit, kota transit bagi pelabuhan peti kemas, kota transit bagi pariwisata internasional, kota transit bagi pemukiman baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pulau Nusa Barong nantinya akan menjadi Singapore atau menjadi Hongkongnya Indonesia.

Untuk itu Jember harus sigap dan ini membutuhkan intertaind-intertaind yang tidak hanya sekala lokal, tetapi lebih pada bagaimana mengkomunikasi kepentingan-kepentingan yang ada di Jember ini, baik ke Jakarta maupun ke dunia internasional.

Untuk merealisasikan potensi tersebut jelas akan dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Misal untuk Master plan dan Kawasan terpadu dan Pelabuhan lnternasional Puger saja diperkirakan akan membutuhkan biasa sekitar Rp 7,200,000,000,O0O,00 (Tujuh Trilyun Dua Ratus Milyar Rupiah). Hal ini tidak bisa proyek yang sebesar ini kemudian hanya dilaksnakan oleh pemda saja, saya kira gak akan mampu tanpa menarik investor dari luar.

Sebagai Invesmen Konsultan (Konsultan Investasi) yang yang kebetulan dilahirkan di Jember, kami sudah  berupaya mengkomunikasikan dengan investor, bahkan mereka telah memberi sinyal mau melakukan investasi di kawasan pansela Jember tersebut.

Adanya lampu hijau ini, akan lebih baik jika kemudian Pemda dan Pemerintah pusat segera merespon, bahwa ada sebuah ide yang harus di kerjakan bareng-bareng dan tentunya rakyat harus juga diikut-sertakan dalm kegiatan ini, Karena tonggak dari kesejahteraan masyarakat di Jember inilah yang menjadi perhatian kita.

Itulah petikan hasil wawancara MAJALAH-GEMPUR.Com dengan Invesmen Konsultan (Konsultan Investasi) Jaffa Fund Manajemen Group (JFMG), Benjamin Ketang, saat ditemui di Jember  yang membicarakan tentang "Peluang investasi di Jember" Sabtu (21/10). Unuk lebih lengkapnya ikuti hasil wawancara kami:

Majalah Gempur : Met Malem mas, gimana kabarnya ?. Benjamin ketang: Malam juga, Alhamdulillah baik.

Majalah Gempur : Sibuk ya mas, Maaf mengganggu!. Benjamin Ketang: Nggak papa kok, silahkan.

Majalah Gempur : Gini mas, mau nanya tentang Jaffa Fund Manajemen Group yang anda pimpin. lembaga ini bergerak dibidang  apa ?
Benjamin Ketang: Jadi gini, saya memposisikan secara pribadi sebagai Invesmen Konsultan (Konsultan Investasi) yang bertujuan untuk mengkomunikasikan kepetingan investasi yang ada di daerah dengan kepentingan investor yang ada di luar negeri.

Majalah Gempur : Apa alasan Jaffa Fund Manajemen Group ini, tertarik ingin menjadi fasilitator investasi di Jember?
Benjamin Ketang: Saya memandang lebih luas, karena posisi Jember sangat-sangat strategis, di mata nasional dan internasional itu yang menjadi pertimbangan kita.

Dalam era otonomi daerah, pemerintah Indonesia sudah memberikan wewenang penuh, di mana investasi itu langsung masuk ke Pemerintahan Daerah (Pemda). Yang menjadi penemuan saya saat ini bahwa di kawasan Jember selatan khususnya di Puger Ini merupakan kawasan yang sangat-sangat strategis. linier dengan kepentingan kepentingan Australia.

Jadi, ada kepentingan-kepentingan strategis (police line; red), kepentingan police line itu adalah kepentingan antara kepentingan Jepang, Australia dan Amerika yang itu lewat selat Madura sampai ke Maluku. Dari Maluku terus ke Jepang dan Amerika.

Jember sebagai salah satu kabupaten di tapal kuda, memang harus sigap dan ini membutuhkan intertaind-intertaind yang tidak hanya sekala lokal, tetapi lebih pada bagaimana mengkomunikasi kepentingan-kepentingan yang ada di Jember ini, baik ke Jakarta maupun ke dunia internasional.

Sesungguhnya yang harus merespon bagaimana investasi ini berjalan elemen-elemen yang ada di Jember, jadi pemerintah di Jember dalam artian stakeholder atau orang orang yang mempunyai kepentingan ini harus pro aktif.

Namun, sebagai warga Jember yang kebetulan posisi saya sebagai konsultan investasi yang independent saya mengambil inisiatif dan sudah berkomunikasi dengan temen temen yang ada di puger. Mereka sangat-sangat tertarik.

Tetapi pada tahapan tahapan yang lebih lanjut yang lebih progesif saya akan memberikan pemahaman (semacam deadline) kepada Pemkab agar merespon bahwa jalur lintas selatan ini sangat mempunyai nilai ekonomi baik bagi Jember sendiri, Jawa timur dan kepentingan Nasional. Ini yang akan menjadi prokyeksi investasi yang akan saya komunikasikan.

Gempur : Tanggapan dari Pemkab  sendiri.?
Benjamen Ketang: Saya sesungguhnya sudah mengkomunikasikan ini pada beberapa temen temen di DPRD Jember, bahwa saya tidak bisa bekeja sendiri, dan ini saya berharap bahwa seluruh masyarakat seluruh elemen elemen yang penting di Jember ini harus bersatu padu,  untuk memujudkan investasi ini.

Karena ini kan dananya tidak sedikit dan infrastruktur yang di bangun ini saya kira pemerintah daerah ini tidak bisa mengerjakan sendiri baik di pemerintah regional Jawa Timur harus bersatu padu membangun kawasan Jember selatan ini

Majalah Gempur : Bagaimana anda menepis asumsi masyarakat yang jelek terhadap investasi baik dalam negeri maupun dari luar negeri, bahwa mereka nantinya pasti akan di tinggalkan atau ini hanya akan menguntungkan investor saja sehingga masyarakat sekitar tidak bisa menikmati.
Benjamin Ketang: Jadi investasi yang akan saya kemukakan pada investor yang ada di luar itu. Sementara Lebih terfokus pada properti, pertanian dan peternakan, kalau masalah pertambangan dan pasir besi Dan lain sebagainya itu sesungguhnya kita tidak bisa menjelek-jelekkan semua investor.

Cuman tradisi kita ini kan belum ada trast antara Pemkab sama perusahaan-perusahaan yang mengerjakan investasi yang selama ini menjadi konflik, begitukan.?

kalau apa, saya lebih begini, Posisi saya dengan temen temen yang ada di Group Jaffa fund Manajemen Group ini (JFMG) ini, saya kemukakan bahwa saya akan mempromosikan dan saya akan menarik beberapa investor itu untuk property, infrastruktur, pertanian, dan peternakan, karena ini adalah tonggak dari kesejahteraan masyarakat di Jember dan termasuk nanti, apa, kebijakan kebijakan Pemda yang harus berfihak terhadap rakyat, ini yang menjadi perhatian kita.

Jaffa fund Manajemen Group ini sesungguhnya inisiator bagaimana Jember selatan ini termasuk Nusa Barong pada jangka 100 tahun lagi, itu akan menjadi kota transit, kota transit bagi pelabuhan petik mas, kota transit bagi pariwisata internasional, kota transit bagi pemukiman baru.

Dalam kesempatan ini saya juga akan memberikan keterangan lebih detail bahwa lapangan lapter Notohadi Negoro secara standart internasinal tidak memenuhi syarat, saya kira di Puger wilayah selatan lebih memenuhi  daripada Notohadi Negoro saat ini.  Maksudnya lokasinya di Puger strategis dan lingkungannya lebih memenuhi syarat.

Walaupun seandainya Bupati meminta PTPN untuk Lapter itu saat ini, saya kira percuma saja, karena nanti untuk apa itu, kalau di kembangkan lebih besar dan itu dananya gak memungkinkan. Jadi sekarang ini kalau Jember mau bikin Lapter yang bagus, harus memenuhi standart internasional, ya harus ada kepentingan kepentingan ekonomi di daerah dan kepentingan kepentingan ekonomi internasional.

Saya juga berharap bahwa para owner-owner dan perusahaan-perusahaan internasional ini juga akan menyambut bareng-bareng bagaimana membangun Jember ke depan.

Jember ini saat ini kan di jadikan kebun rayanya Eropa seperti kopi, kakao, karet dan sebagainya, tapi rakyat kita juga kan masih di bawah standart, ini yang harus menjadi perhatian dalam kebijakan Pemda, termasuk UMR daerah dan sebagainya. Kalau kemudian rakyat itu punya  daya beli, punya kekuatan membeli, saya kira akan mempengaruhi seluruh system ekonomi yang ada.

Majalah Gempur: Jadi alasan itu ya anda tertarik di Jember selatan bahwa ada potensi besar yang bisa di gali di kabupaten Jember. sehingga nantinya di harapakan akan bisa mensejahterakan rakyat.
Benjamin ketang: Ya Jadi harapan saya proyeksi kedepan, 100 tahun kedepan itu bahwa Puger itu akan menjadi kota transit internasional, menjadi kota tujuan pariwisata, dan nanti akan di kembangbkan termasuk di pulau Nusa Barong itu akan menjadi Singapore atau menjadi Hongkong Indonesia.

Karena apa bahwa tidak ada pulau yang sangat strategis bagi  lingkungan industri kapitalis bagi Australia bagi Jepang terus bagi Eropa untuk peredaran-peredaran internasional, ini yang akan kita proyeksikan ke depan.

Makanya infrastruktur seperti JLS (Jalur lintas selatan) sesungguhnya itu harus cepet–cepet kita kerjakan, ini yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah,  ya kalau memang  belum ada dana ya udah kita carikan investor, dengan em o yu, em o yu yang bener bener merakyat. Jangan kemudian em o yu, em  o yu  yang kemudian menyampingan kepentingan rakyat, itu yang  saya gak setuju dengan kebijakan kebijakan yang seperti  itu.

Makanya saya harapkan sudah saatnya fream pemikiran bapak-bapak di Pemda harus bener-bener menjadi Unlimitid fream Work, pemikiran yang tidak terbatas untuk bekerja sama dengan investor-investor baik nasional maupun internasional.

Ini yang harus kita pikirkan bareng  bareng, tidak bisa kemudian pemerintah daerah tidak mendengarkan aspirasi dari rakyat.

Majalah Gempur ; Jadi anda sebagai warga Jember siap untuk memfasilitasi hal itu?
Benjamin ketang; Jadi saya sebagai orang Jember yang kemudian mempunyai pengalaman yang mampu memberikan komunikasi yang intensif ini saya akan lakukan, semua orang kan mempunyai posisi sendiri- sendiri, lembaga yang punya posisi sendiri-sendiri jangan kemudian konflik yang tidak penting di hembuskan yang sebegitu besarnya.

Ini yang tidak membangun, kan gitu. Karena taraf berfikir masyarakat ini juga akan membentuk atau membangun tatanan sosial yang kita harapkan ke depan gitu. kalau kemudian seratus tahun kedepan investor kemudian membangun bareng-bareng, saya kira tidak terlalu lama Jember selatan itu akan menjadi sebuah kota transit internasional.

Majalah Gempur: Anda Yakin?
Benjamin Ketang: Saya yakin, karena dari pertemuan yang terakhir Barak Obama ke Australia itu bahwa salah satu alternatif untuk Eropa dan Amerika itu stabil ekonominya, Australia harus di perkuat, karena regional ekonomi yang di kembangkan oleh Australia akan menjadi patner yang bagus bagi pengembangan di Indonesia, karena jalur, satu satunya yang harus di lalui yaitu jalur Polise line itu, yang termasuk di sekitarnya itu tapal kuda didalamnya Jember, nah nanti transit transit masyarakat, pengusaha, Bisnisman, dan pertukaran pertukaran perdagangan ekonomi. Ya, nanti Jember itu,

Majalah Gempur: Untuk mengawali, kenapa anda tertarik ke LC (pembangunan perumahan) di Puger. Pembangunan ini kan macet, kayaknya terbengkelai. Sepertinya investor tidak dapat menyelesaikan.?
Benjamin Ketang: Saya kira LC ini begini, saya tidak terlepas apa LC itu saat ini macet apa gak, karena saya kepingin bahwa start untuk pengembangan Jember ke depan atau Jember selatan menjadi sebuah kota transit itu ya memang startnya harus dari Jember, dari Puger.

Jangan kemudian ada masalah administrasi dan masalah korupsi, kemudian di lupakan begitu saja, di biarkan saja, di macetkan, itu saya kira bukan menjadi pemikiran yang sehat. Kalau sekarang ada masalah di koperasi, saya kira kan ada solusi sehingga tujuan misi kita ke depan itu tetap berjalan.

Saya ini sudah ketemu dengan temen temen H Sahrawi dan saya tetep akan memposisikan diri sebagai konsultan investasi, saya juga secara professional akan memberikan tingkat  komunikasi bagaimana dunia internasional memahami proyek atau investasi yang ada di sini, ini yang menjadi tugas saya.

Kemudian tugas saya ini akan lebih bagus kalau kemudian direspon dari Pemda dan Pemerintah pusat ada sebuah ide yang harus di kerjakan bareng bareng dan rakyat harus diikut sertakan, seperti Project vansella Master plan dan Kawasan terpadu dan Pelabuhan lnternasional Puger. Ini membutuhkan dana yang tidak sedikit

Diperkirakan membutuhkan biasa sebesar Rp 7,200,000,000,O0O,00 (Tujuh Trilyun Dua Ratus Milyar Rupiah).Hal ini tidak bisa kemudian proyek yang sebesar ini kemudian hanya dilaksnakan oleh pemda saja, saya kira gak akan mampu tanpa menarik investor dari luar.

Ya,  ini sesungguhnya kan konsep ekonomi Makro yang harus kita bangun bareng bareng, di sini ada tembakau, ada kopi, ada kakao, ada karet, kebon raya dan sebagainya ini kan sudah ada di Jember, kemudian bagaimana perkebunan dan pertanian ini akan menimbulkan efek bagaimana rakyat atau masyarakat Jember ini sejahtera, itu  dulu jangan kemudian memberikan yang lain-lain.

Rakyat Jember ini harus sejahtera, ini PR kita, Kota yang kita cintai ini adalah kebon raya dari orang-orang Eropa, tapi rakyat harus di sejahterakan, itu adalah tugas kita, terutama Pemda, bagaimana membuat kebijakan, jangan konflik aja, wajar ada konflik dalam masyarakat, tetapi kemudian konflik itu harus bener-bener harus diminimalisir untuk proses pemberdayaan masyarakat.

Saya denger-denger bahwa tapal kuda Jember ini adalah pailot project untuk swasembada daging nasional, ini semuanya kan harus mendapat bagaimana rakyat dilibatkan untuk swasembada daging itu, siapa sih orang orang desa tidak suka untuk ternak sapi, kambing, tetapi jangan kemudian di kasih kemudian ternak sapi nanti setelah 3 bulan 4 bulan sapi kambingnya hilang.

Ini yang menjadi permasalahan harus bener-bener baik, penerima ternak dan pemerintah jangan sampai di diemin, kalau itu di didiemin tetap aja tidak akan memberikan semacam efek bagaimana raktyatnya sejahtera.

Contohnya ada proyek sapi yang bekerja sama dengan Nestle di sumberan atau dimana, itu sebenarnya lembaga lembaga yang sudah mendapat hibah dari pemerintah, lembaga-lembaga yang sudah eksis tidak usah diajak, ngajak yang belum eksis.

Sekarang kan gak, lembaga sudah eksis sudah megah-megah, tambah di ajak untuk mendirikan proyek itu, jangan kayak itu, harus kemudian cari yang belum eksis untuk berkembang, ya kayak ini kayak Al-Ghozali semuanya kan sudah dapat milyaran rupiah, dak usah ngajak itu, ngajak yang lainya, untuk yang belum punya, kan banyak itu petani yang belum ada, jika semua dikasik ke situ kan tidak merata itu.

Majalah Gempur: Harapan anda?
Benjamin Ketang: Saya kepingin Pemda merespon bagus, bagaimana investor bener-bener mau bekerja sama, mau menanam modalnya disini, karena responnya bagus, dan mereka saya bilang bahwa Group Fund Manajemen Group manajemen investasi anda akan saya minta menanamkan investasi yang ada di Jember selatan, dia mau.

Nereka yang sudah menyatakan kesanggupannya adalah, International Teams & Fund Management Groups. Mrs. Shruti Kurana Soni: Director of Hongkong Allianse Fund Funs Rising Industry. Mt. Shan Saeed: Director-Dita Advisory Services, Past at Branch Manager-at Standard Chartered Bank. Mr. Allen Silbersten: Chif Investment Office AGS Capital Group, LCC 801 Brickell Avenue, Suite 902 Miami Florida 33131 USA dan Mr. R. Seno Adjie: CEO of SEAD CORPORATION.Jakarta Pusat Indonesia

Karena saya gak mungkin meletakkan Profil ini tanpa ada persetujuan mereka. Mereka jelas ngak mau, malah tambah gak mau investasi, karena komplin. Mereka udah mau ko ”Oke Ben“ katanya. bahkan dia kalau memang di undang ke Jember siap akan datang.

Ya, salah satu investor, kalau kemudian bisa menyelesaikan investor di Jember selatan, kenapa ngak, kan begitu, itu nanti propertinya, kemudian nanti bagaimana kita harus membangun vila-vila yang ada di rembangan.

Ini sesungguhnya kan asset, asset bagi pemerintah daerah, tapi jangan sampai pembangunan vila-vila yang di rembangan itu tidak ada  semacam supervisi dari Pemda, ini bagian siapa kan gitu, ini kan harus temen-temen yang bener-bener getol bagaimana mendapat pemberdayaan dan pembangunan di Jember ini harus di ajak semua rakyat itu. (Eros/yond).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: