"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 27 January 2018

Sejumlah Rumah Warga Situbondo Terendam Air Akibat Tanggul Jebol

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat hujan lebat, Jumat ( 26/1) malam, sejumlah rumah warga di dua kecamatan, kelurahan Ardirejo, kecamatan Situbondo, dan kampung bentongan , Desa kecamatan Panarukan, Situbondo, tergenang air.

Curah hujan tinggi di wilayah hulu yang mengakibatkan debit air Sungai Sampean menjadi besar dan meluap mengakibatkan, Debit air sungai sampean yang besar membuat tanggul yang ada di Kelurahan Ardirejo Rusak dan Jebol  sekitar 20 Cm, sehingga air meluap memasuki pemukiman penduduk.

Herman (45), warga Kelurahan Ardirejo, mengatakan, sedikitnya 7 rumah warga di kelurahan Ardirejo Rt. 04 Rw. 01Tergenang 40 Cm - 50 Cm. "Dulu tidak pernah, semenjak jebolnya tanggul air meluap dengan ketinggian 50 cm mas, dan sekarang kerap rumah - rumah warga tergenangi kalau hujan turun ," ujarnya Sabtu (27/1/2018)

Hal yang sama banjir genangan terjadi di Kampung Bentongan Desa Sumberkolak , kecamatan Panarukan, tergenang  aliran sungai dari sungai Sampean yang masuk ke pemukiman warga melalui gorong – gorong  sehingga Tinggi genangan air berkisar 40 – 50 Cm .

Sutik warga Kapung Bantongan, mengungkapkan, setiap hujan deras pasti terjadi genangan air, kejadian itu membuat warag panik, karena mengingat  benacana banjir bandang yang  terjadi tahun 2002 dan 2008 silam akan terulang kembali. "Panik mas, soalnya Situbondo sudah dua kali terjadi bencana Banjir bandang, " pungkasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulanagn Bencana Daerah (BPBD), Taufik Hidayat mengatakan, berdasarkan pantauan Pusdalops BPBD, dilokasi kejadian, Aliran sungai sampean (Dam Pintu 5 Kotakan) mengalami puncaknya sekitar pukul 22.00 Wib dengan ketinggian muka air 320 Cm dan berangsur menurun sekitar pukul 23.30 Wib.

Dilokasi Tim Pusdalops BPBD Situbondo turun ke titik berkumpulnya masyarakat yang panik akibat tingginya debit air untuk menjelaskan supaya tetap tenang. Selain itu juga melakukan koordinasi dengan pihak desa, kecamatan, instansi terkait, polres / kodim serta relawan yang ada di Situbondo.

Kita Mengerahkan Personil Pusdalops BPBD dan Relawan untuk Assesment di titik titik rawan bencana untuk mendapatkan informasi tentang kondisi lapangan dan kebutuhan warga yang mendesak.

Pihaknya juga tetap melakukan, Berkoordinasi dengan Perangkat Desa, Kecamatan, Instansi Terkait, Polres, Kodim, dan Tokoh Masyarakat serta Relawan. Selain itu pihaknya menyebar luaskan informasi debit air Sungai sampean kepada masyarakat secara langsung, Repeater Radio dan Media Sosial. (edo)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: