"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 18 November 2019

Tips Membuat Postingan Medsos dan Memperkuat Assesmen KSR dan PMR

Proses belajar membuat vidio, kredit foto: Humas PMI
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Sebanyak 63 orang anggota Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) dilatih ketrampilan Jurnalistik dan Public Speaking di Markas PMI Jember, Minggu 17 November 2019.

Selain mengenalkan etika membuat postingan di akun media sosial, peserta diharapkan dengan skill tersebut, bisa memperkuat kemampuan assesmen yang dimiliki KSR dan PMR di masing-masing unit.

Para relawan PMI dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMP serta SMA ini, diajarkan tekhnis berbicara di depan umum, memotret, membuat vidio, menulis narasi sesuai kaidah jurnalistik dan mampu menyampaikan informasi dengan benar.

Selain mereka diarahkan mampu berbicara di depan umum dengan baik dan benar, mereka juga foto, mereka juga dikenalkan cara pengambilan foto dan membuat dokumentasi video sesuai etika jurnalistik.

"Maka Itulah kita kenalkan dengan tehnis penggunaan aplikasi pendukungnya," kata Hidayatur Rahman, Ketua Panitia Workshop _Journalism and Public Speaking_ KSR PMR se Kabupaten Jember, pelatihan ini dilakukan dengan berbasis android.

Tujuannya, lanjut Rahman, agar adik-adik PMR sekolah dan KSR di Perguruan Tinggi khususnya bisa mengoptimalkan penggunaan gadgetnya kepada hal hal yang lebih bermanfaat, dari sekedar untuk chatingan atau bahkan main game.

Lebih jauh lagi, kata Rahman, adik-adik bisa memyampaikan publikasi dengan benar baik dlm mereport kejadian maupun peristiwa yang berfokus pada kegiatan rutinnya di sekolah/Perguruan Tinggi mereka masing - masing.

"Kita kadang tidak tahu, kegiatan PMR di masing masing sekolah menarik untuk diceritakan kepada publik, semisal pelatihan pertolongan pertama, simulasi gempa," kata Rahmam.

Khusus KSR, kata Rahman, manfaat yang diharapkan lebih spesifik lagi, yakni memperkuat akurasi data assesmen kebencanaan. "Itu baru dasar, bahwa akan dikembangkan dan dipertajam lagi, itu harapan mereka kita beri stimulan dan latihan dengan workshop itu," ujarnya.

Workshop jurnalistik tersebut berlangsung sekitar 8 jam dengan pemateri Yusnizar Sufi Ramadhan, S.S yang berprofesi di Radio Republik Indonesia (RRI) dan Mamang Pratidina selaku jurnalis Metro TV yang kini menjabat Waka II PMI Jember dan Mahfudz Sunarji, jurnalis Net TV Sekretaris Ikatan Jurnalis TV Indonesia ( IJTI ) Korwil Tapal Kuda.

Dari Yusnizar Sufi Ramadhan, S.S dalam materi public speaking menyatakan bahwa informasi yang disampaikan dengan lisan haruslah tepat, benar dan jelas karena apabila informasi tersebut tidak tepat, benar dan jelas maka akan menimbulkan perbedaan makna.

Sedangkan Mamang Pratidina, Waka II PMI Jember dalam materi Jurnalistik menyatakan, skill jurnalistik ini ditingkat PMR penting karena rata rata mereka pemilik akun media sosial. Mereka dikenalkan tehnis dan etika agar tidak terbentur dengan persoalan hukum yang rawan terjadi karena rata rata postingan yang dibuat akun medsos. Sehingga dua materi ini Public Speaking dan Jurnalistik sangatlah penting bagi penerus bangsa khususnya para Sukarelawan Kabupaten Jember

Postingan itu khan rawan bagi pemegang akun medsos apabila tidak paham bahan apa yang di upload, karena itu mereka kita kenalkan, Manfaat dan mudharatnya, " kata Mamang Pratidina. (hms PMI).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: