"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 2 February 2018

Bayi Meninggal, Orang Tua Keluhkan RS Jember Klinik 'Lambat Rujuk Pasien'

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dengan kasih sayang dan kesedian terpancar  dari raut wajah seorang ibu ketika mengetahui bahwa putri ketiganya, Kayla Almira Sabrina sudah tak bernyawa.

Tampak Ibu dari anak hasil perkawinanya dengan Amang Tri Afandi (37) ini tak dapat menahan kesedian, wajahnya tampak pucat pasi dan lemas tak berdaya, saat anaknya yang berusia 14 hari nyawanya tidak terselamatkan setelah mendapatkan perawatan selama 4 hari di rumah sakit Jember Klinik.

Amang menceritakan bahwa putrinya tersebut mengalami kondisi dimana selalu tersedak saat minum Air Susu Ibu (ASI), lalu dia memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit (RS) Jember Klinik pada Senin (29/1/2018) malam sekitar jam 18:30 WIB.

“Kondisinya sudah sangat kritis waktu sampai di RS Jember Klinik, lalu saya memaksa untuk segera ditangani dan masuk IGD, diagnosa dokternya katanya infeksi Paru,” Kisah pria kelahiran dusun Mandaran, RT 001 RW 015 Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Jember ini.

Dihari kedua, kondisi bayinya mulai stabil, lalu ia berniat memindahkan ke RSD dr. Soebandi.  “Saya berniat memindahkan bayi saya ke RSD dr Soebandi karena jujur saya tidak mampu mengenai biayanya kalau terus dirawat disini, namun setelah saya pastikan dulu kondisinya stabil,” katanya.

Setelah bersiap-siap mau dirujuk, kondisinya drop lagi, akhirnya rencana untuk pindahpun dibatalkannya. “Hari Jum'at sekitar pukul 09:30 WIB, saya ditelpon istri saya agar segera ke rumah sakit Jember Klinik, dan saya mendapati kondisi bayi saya wajahnya sudah membiru,” ucapnya dengan mata berkaca-caca.

Waktu itu, nafasnya sudah hilang dan denyut jantung tidak stabil, dokter menyarankan bayinya harus disambungkan selang langsung ke paru-parunya untuk membantu pernafasan, dokter pun segera meminta persetujuan atas tindakan itu yang kemudian disetujui oleh Amang dengan segala resikonya.

Setelah beberapa saat, dokter mengintruksikan merujuk ke Soebandi dengan alasan tidak tersedianya alat kesehatan. Namun anehnya, pegawai RS Jember Klinik tidak segera memberikan merujukan. “Bayi saya sempat tertahan kurang lebih dua jam,  dari jam 10 hingga 12:15 WIB, itupun setelah  saya marah-marah.” Jelasnya.

Tertahannya bayi, petugas beralasan harus menunggu proses penyambungan selang, namun kesaksiannya, sudah selesai. “Memang ini hari jum’at, tapi apakah harus menunggu Jum’atan baru anak saya diberangkatkan, namun kesaksian kendaraan Ambulance sudah siap namun supirnya tidak ada”, lanjutnya.

Amang pun kembali menanyakan pegawai Jember Klinik. “Harus nunggu apalagi, apa harus nunggu anak saya mati dulu baru dikirim,” ucap Amang yang telah naik pitam karena anaknya tidak segera diberangkatkan, akhirnya bayi Kayla pun diberangkatkan pada pukul 12:15 WIB.

Sesampainya di RSU dr Soebandi mendapatkan perawatan oleh tim medis IGD, namun berselang 1 jam kemudian bayinya tidak terselamatkan. “Saya ikhlas dengan kepulangan  anak saya, namun yang saya sesalkan kenapa petugas RS. Jember Klinik tidak cekatan, pada waktu bayi saya mau dirujuk lama,” sesalnya.

Sementara Humas RS Jember Klinik dr Lia saat dihubungi melalui telpon selulernya, melalui pesan WhatsApp, Mohon Maaf saya posisi masih di Luar Kota ada rapat divisi. Sampai berita ini dirilis, bayi Kayla Almira Sabrina telah dipulangkan di rumah duka dan telah dimakamkan. (edw).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: