"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Thursday, 15 February 2018

DKJ Jember Akan Gelar Pertunjukan Bolo Srewu Jaranan Barong

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. DKJ dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes) Jember Jumat hingga Minggu (15-18/2/2018) gelar pertunjukan Bolo Srewu Jaranan Barong II (BSJB).

Pagelaran yang dipusatkan di Pantai Payangan (Teluk Love) Ambulu ini merupakan ajang kreativitas dan silaturahmi bagi para seniman jaranan, ta’-buta’an, barongsai, can-macanan kaduk, dan reog serta para seniman dari kabupaten - kabupaten lain di Jawa Timur.

Jaranan dipilih sebagai kesenian ikonik yang jadi sentral dalam gelaran, karena kesenian ini merupakan salah satu kesenian tertua di Jatim dan Indonesia”, Demikian disampaikan oleh Sekretaris Dewan Kesenian Jember (DKJ), Kabupaten Jember Iwan Kusuma kepada media ini, Kamis (15/2/2018).

Sehingga tidak heran, menurutnya kesenian ini diterima oleh seluruh komunitas. “Sehingga tidak heran, bagi warga Kabupaten Jember sendiri, Jaranan adalah kesenian yang bisa diterima oleh komunitas Jawa, Madura, dan etnis-etnis lain” jelas pria yang akrap disapa Cak Endut ini.

Tidak salah jika kesenian jaranan “dalam ragam bentuknya” yang menjadi idola ini merupakan salah satu pembentuk budaya lokal Jawa Timur yang bisa memberikan warna dan kekuatan spiritual yang memperkuat lokalitas dan kedirian masyarakat di tengah-tengah proyek modernitas dan globalisasi dewasa ini.

BSJB menjadi bagian dari Festival Berdesa, sebuah event besar dari bermacam rangkaian aktivitas kultural berbasis desa untuk mengembangkan dan memberdayakan kehidupan masyarakat desa. Festival Berdesa ini berimplikasi pada konsep acara yang semakin beragam dan meriah serta pelibatan banyak seniman dan warga. 

Rangkaian acara:  # Jumat, 16 Pebruari 2018, 13.00 -selesai, Pembukaan, bazar UKM, mancing mania, kuliner pesisir selatan, kesenian rakyat & musik pantai. Lokasi Payangan # Sabtu, tgl 17 Pebruari 2018, 15.00 persiapan pesta lampion.  Pembukaan di buka oleh bapak Wabup Muqit Arif. Pesta lampion, musik folk, keroncong alternatif & hadrah patrol. Sambil menanti sunset di Watu Ulo.

# Minggu, 18 Pebruari, jam 11.00 - selesai.  Pembukaan oleh Bupati Faida. Kirab budaya 7 desa, Reyog penyambutan & Performing Art Kolosal Bolo Srewu yang diikuti oleh 500 talent di Bukit Domba. Diisi juga rombongan kesenian dari Surabaya,  Banyuwangi,  dan beberapa kabupaten lain. (eros).

Berita Terkait Hiburan

No comments: