"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 23 February 2018

Pra Deklarasi ODF, Muspika Situbondo Bersih-bersih Sungai

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Camat Situbondo, Kabupaten Situbondo, Ir Quratul Aini,M.Si bersama Muspika setempat Jumat (23/02/2018) sekitar pukul 07.00 Wib bersih-bersih sungai.

Kegiatan dalam rangka Pra Deklarasi open defecation free (ODF) dan sosialisasi pelestarian sungai sekaligus menjaga kebersihan sepanjang bantaran sungai selain diikuti Muspika Situbondo juga dihadiri petugas Puskesmas, Banser dan kelompok remaja peduli lingkungan.

"Kami sudah memprogramkan aksi bersh-bersih sungai karena keberadaan sungai yang perlu dijaga dan dilestarikan sehingga lingkungan terpelihara," ujar Ir.Quratul Aini, dalam sambutannya.

Didampingi Lurah Dawuhan Ludfi dan Kapolsek Situbondo Iptu Hasan Bisri bersama anggota Bhabinkamtibmas serta Babinsa, Muspika sudah melaksanakan aksi bersih-bersih sungai diawali dari Kelurahan Dawuhan saat ini dengan berbagai banner himbauan juga dipasang dipinggiran sungai.

"Pemasangan banner ini dipasang untuk mengedukasi warga agar berperilaku hidup sehat. Diantaranya dengan tidak memanfaatkan sungai sebagai sarana MCK dan tempat pembuangan sampah. Petugas sengaja berjalan kaki menyusuri sepanjang aliran sungai ini," terangnya.

Disebutkan, aksi bersih-bersih Sungai di sepanjang sungai Kelurahan Dawuhan dimulai dari fasilitas umum di Gasebo pusat oleh-oleh Situbondo, tepatnya sebelah timur Bank BRI Cabang Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo sejauh kurang lebih dua kilometer.

"Aksi bersih-bersih Sungai di bantaran sungai sepanjang dua kilometer di Kelurahan Dawuhan tersebut, mendapat respon positif dari masyarakat karena mereka ikut terjun membersihkan sungai disamping PNS dan personil TNI/Polri ikut terlibat," ungkapnya.

Lebih lanjut menurut mantan Kepala Seksi produksi Dinas pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo ini, bahwa program yang dicanangkan digelar satu bulan sekali ini sejalan program kerja nasional sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 35 tahun 1995.

Menurut Kepala Puskesmas, Mince Hendrayani, tujuan kegiatan ini, agar masyarakat segat, sekaligus mendukung kinerja Pemkab Situbondo, karena tahun 2019 kita akan menjadi kota kunjungan wisata serta tahun 2020 kita harus bebas sampah. Kalau tidak dimulai sekarang, terus kapan lagi..? tuturnya.

Menrutu Lurah Dawuhan Ludfi,SH, ada tiga hal utama ingin dicapai melalui aksi ini yakni tercapainya kualitas air sungai yang baik agar dapat meningkatkan fungsi sungai menunjang pembangunan, menciptakan suatu sistem kelembagaan yang bisa mengendalikan pencemaran air lebih efektif dan efisien.

Disamping itu terwujudnya kesadaran masyarakat dalam pengendalian pencemaran air. "Keberhasilan program kebersihan sungai ini sangat tergantung keaktifan seluruh pihak dalam membina sekaligus meningkatkan partisipasi ikut berperan dalam setiap kegiatan," ucapnya.

Pasalnya pemanfaatan air saat ini semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, ekonomi, industri dan kegiatan lainnya. "Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak dan masyarakat terutama yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar menjaga dan memelihara kebersihan sungai," katanya.

Pelestarian sungai dimulai hulu, dengan menanam pepohonan untuk mencegah erosi yang menyebabkan pendangkalan sungai akibat tanah, pasir, dan sampah. "Bagian hilir dengan tidak buang air besar dan kecil karena tinja dan urine menimbulkan bau serta bibit penyakit mudah berkembang," katanya. (mam)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: