"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 24 April 2018

Bupati Jember Fasilitasi Warga Binaan Miskin Dapat Rastra dan KIS

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berjanji akan memberi Rastra dan KIS kepada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember.

“Kami minta warga binaan yang terdesak ekonominya didata supaya dapat Rastra dan KIS”. Kata Bupati Jember dr Faida, MMR saat Peringati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW bertema mari jadikan sholat sebagai gaya hidup bangsa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jember Selasa (24/4/2018).

Tampak hadir, disamping  Kepala Lapas Kelas IIA Jember Sarju Wibowo dan 815 penghuni Lapas berbusana muslim, juga hadir Kepala Devisi Pemasyarakatan Jatim, Krismono, Bupati dr Faida dan Wakil Bupati Mukiq Arief, Kepala Bapas I Putu Astawa, Ketua PN Jember Bambang Pramudya.

Agar para penghuni Lapas tidak terlalu berat dari sisi ekonomi dapat jatah Beras Sejahtera (Rastra)  dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), agar didata. “Yang belum punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) segera didata agar dapat dibantu Rastra 10 kg sebulan dan bisa ditampung dan memiliki kartu Indonesia Sehat." Jelasnya.

Pasalnya, mereka kebanyakan terdesak masalah ekonomi,  sebagian tergelincir pada kasus narkoba, oleh karena itu pemerintah dituntut hadir ditengah mereka. "Kami minta Kerjasama nya dengan pihak Kalapas untuk mendata warga binaan yang belum memiliki adminduk KTP”, harapnya.

Dalam kesempatan itu Faida juga mengajak warga binaan menjalankan perintah Allah dan menauladani Nabi Muhammad SWA. "Di dalam lapas ini salah satu tempat bertaubat, insyaallah bagi warga binaan yang lebih dulu diberi kesempatan untuk mendekatkan diri dalam beribadah dan insyaf." tuturnya

Sementara Kalapas Kelas II A Jember, Sarju Wibowo mengatakan, peringatan Isra Mi'raj merupakan peristiwa penting yang setiap tahun kita peringati. Yaitu peristiwa Nabi Besar Muhammad SAW menjemput perintah Allah SWT untuk menauladani Nabi Muhammad SAW dan menjalankan ibadah salat 5 waktu,

"Momentum ini bisa membuat kita insan muslim khususnya warga binaan, lebih bertaqwa untuk meningkatkan keimanan. Intinya, ikutilah aturan di dalam Alquran sebab tidak ada keragu-raguan di dalamnya," ucap Sarju Wibowo.

Lebih lanjut Ia berharap agar peringatan Isra Mi'raj ini dapat dijadikan sarana pembelajaran dan merenungi kehidupan yang telah dijalani selama ini. Kesempatan untuk mengevaluasi diri dan lebih mendekatkan diri kepada Alah SWT, mungkin selama ini khilaf maupun tidak konsisten menjalankan perintah Allah.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan kerohanian agar dalam menjalani cobaan tidak putus asa, dan dapat menjadi diri yang lebih baik lagi ketika kembali ke masyarakat. Sebelum acara diakhiri diisi ceramah agama oleh Pengasuh Pondok pesantren Al Ashar KH Hamid Hasbulah. (edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: