"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 20 June 2018

Penghuni Angkringan Jember Bersholawat Untuk keselamatan Bangsa

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dalam rangka halal bihalal dan Haul para Masyayikh NU Cabang Kencong, Jamaah Angkringan desa Menampu Gumukmas, Jember, bersholawat untuk keselamatan Bangsa.

Dengan diiringi alunan musih Rebana, ribuan jamaah yang menghadiri acara tersebut tampak semangat melantunkan alunan Sholawat dan puji-pujian Kepada Nabi Muhammad SAW yang dipandu oleh Pimpinan Jamaah Sholawat Ahbabul Mustofa Pimpinan Gus Nur Sholeh.

Disampaing Pimpingan jamaah Sholawat Ahbabul Mustofa, Gus Nur Sholeh, hadir juga Ketua Suriyah Nahdlatul Ulama (NU) Kencong, KH Khoirzad Maddah dan Para Kiai, Mupika Kecamatan Gumukmas, Babinsa dan Babinkamtibmas Menampu, Pengurus NU, Muslimat dan Fatayat NU, IPNU-IPPNU dan masyarakat.

Menurut Ketua Panitia H Syamsul Arifin bahwa Jamaah Angkringan yang dipimpin oleh Gus Imam Nawawi diikuti oleh berbagai macam  elemen, mereka terdiri dari petani, pedagang, pejabat, bahkan ada yang dari unsur pemerintah dan pejabat keamanan baik TNI maupun Polri.

“Kegiatan setiap malan Jumat manis ini murni kegiatan ibadah, semata-mata hanya untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT, dengan memperbanyak membaca sholawat Nabi, Istigotsah seraya memohon ampunan atas dosa-dosa yang terlah diperbuat serta memohon mudah-mudahan segala keinginannya  terkabul”, jelasnya.

Hal senada juga disampaikan sekretaris Panitia M Ali Muhsin, bahwa disampaing melakukan kegiatan rutin setiap bulan pada malam Jumat, kegiatan sholawan untuk keselamatan bangsa ini sudah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan setuap bulan sawal.

Sementara Rois Suriya NU Cabang Kencong KH Khoirzad Maddah mengingatkan bahwa jangan ada keraguan dalam belajar agama islam, Ridha Allah pasti menyertainya. “Jika kita di akhrat ingin bersama Rosulullah SAW, perbanyaklah membaca sholawat, dan jangan lupa ajaklah anak untuk belajar agama” Harapnya.

Untuk itu pria yang se hari-hari akrab disapa Gus Yak ini berharap untuk memondokkan anaknya di Pesantren-pesantren. Orang tua jangan punya perasaan takut jika mondok anaknya nanti tidak akan dapat pekerjaan dan kelaparan, Allah pasti akan mencukupi kebutuhan hidupnya.

Pasalnya menurutnya Allah meringkas Ilmu yang banyak itu dengan dua Ilmu yaitu ilmu yang bisa dipelajari dengan tulisan yang ditulis oleh Ulama dan Ilmu yang muncul dari rasa (Roso: tidak dapat ditulis; red) yang didapat dari para wali Allah. “Ilmu yang doda

Ilmu Rasa ini datangnya dari Wali dan bisa diperoleh Dari pesantren, bahkan Gus Yak mencontohkan kisah Abu Hanifa yang disuruh ibunya untuk belajar tukang kayu, lantaran diketahui belajar agama, ibunya melarang dan diajak pulang, namun setelah diberi penjelasan oleh gurunya, akhirnya ibunya menerima nasehatnya.

“Jangan diajak pulang, biarlah Abu Hanifa belajar agama disini, Insya Allah dikemudian hari Anakmu  tidak akan kelaparan dan akan memakan makanan seperti yang dimakan oleh para raja”, tutur Gus Yak menceritakan kisah Kiainya yang menjjelasan kepada Ibunya yang akhirnya ibunya merestui.

Apa yang disampaikan Kiai itu ternyata benar-benar terjadi, setelah kelaur dari pondok Abu Hanifa dipercaya dan diangkat jadi  penasehat Agama Raja Harun Arrosid untuk dimintai Fatwa-wafwanya setelah sebelumnya dapat memecahkan persoalan raja dari Ilamu yang didapatnya. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: