"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 30 September 2018

Dinas Pariwisata Situbondo Tepis Kabar Penutupan Destinasi Desa Kebangsaan

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Dinas Pariwisata Pemkab Situbondo Jawa Timur menepis Kabar penutupan Destinasi Wisata Desa Kebangsaan di Desa Wongsorejo Kecamatan Banyuputih.

Penrnyataan itu menjawab keresahan warga yang melihat Icon wisata yang diresmikan Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto, 2 Mei 2015 lalu ini tidak terlihat lagi aktifitasnya, lantaran minim pengunjung, akibatnya tempat wisata yang menghabiskan anggaran ratusan juta ini  dikabarkan akan ditutup, dan akan dialihfungsikan.

Akibatnya kabar ditutupnya dan rencana alih fungsi musium yang menggambarkan Bheneka Tunggal Ika itu dapat reaksi berbagai fihak, pasalnya bertolak belakang dengan Pemkab Situbondo yang sedang gencar-gencarnya membangun distinasi wisata menyambut tahun kunjungan wisata tahun 2019.

Perlu di ketahui bahwa Desa Wisata Kebangsaan yang terletak di wilayah Taman Baluran Desa Wonorejo Kecamatan Asembagus ini adalah salah satu desa yang memiliki berbagai suku budaya dan agama, sehingga tingkat kerukunan masyarakatnya pun sangat erat.

 “Destinasi wisata desa kebangsaan itu adalah sebagai suport untuk wisata taman nasional  Baluran jadi sangat tidak mungkin Distinasi wisata itu akan ditutup. Demikian kata Kepala Dinas Pariwisata Situbondo Sofwan Hadi menepis kabar penutupan Distinasi  Wisata itu.

Bahkan Pemkab Situbondo, akan terus mengembangkan destinasi ini, pasalnya keberadaan kampung ini merupakan aset penting yang harus dilestarikan. "Gak mungkinlah mas ditutup, kan Dintinasi itu sudah dinobatkan sebagai ikon Situbondo," katanya menyakinkan kepada media ini, Minggu (30/9/2018).

Selanjutnya,  katanya, tinggal tugas kita melakukan kegiatan -kegiatan positif di tempat wisata desa kebangsaan ini dengan mengatur strategis dan menata secara managemen yang lebih baik lagi agar menjadi lebih diminati. Tapi tidak dengan menjadi kompetiter," jelasnya.

Berdasarkan kondisi geografi dan topografi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo terus menggali dan mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah. Pemkab Situbondo sedang merancang melaksanakan program Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019.

Lebih jauh Sofwan, Optimis program Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019 berjalan sesuai harapan. Pasalnya Situbondo diuntungkan dengan kondisi geografinya yang dekat dengan tiga tujuan wisata internasional, Gunung Bromo di Probolinggo, Kawah Ijen di Banyuwangi, dan Taman Nasional Baluran di Situbondo sendiri.

Tinggal dibuatkan paket wisatanya saja, katanya, karena Baluran akan  tetap menjadi tujuan favorit karena memang pesonanya lengkap, mulai hewan liar, hutan, savana, gunung, sampai laut. Dari data, hingga akhir tahun lalu pengunjungnya sudah lebih dari 100 ribu orang.

"Upaya persiapan itu sudah dipersiapkan mulai tahun 2018. Secara garis besar ada dua hal yang akan disiapkan, SDM serta sarana dan prasarana dsn tentu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus mendukung dan saling menopang. Ini sangat kami tekankan," harapnya.

Paslnya suksesnya program ini tidak bisa dilakukan oleh Dinas Pariwisata saja, tetapi dinas-dinas terkait juga harus ambil bagian, seperti perbaikan sarana dan prasarana jalan menuju objek wisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, pembangnan hotel dan restoran pihak swasta dan lain sebagainya .(edo)

Berita Terkait

No comments: