"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 22 September 2018

Wartawan Jember Boikot Festival Egrang Yang Dihadiri Menteri PPPA

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Belasan wartawan berbagai media Jember, Sabtu (22/9/2018) boikot festival Egrang ke 9 yang digelar Tanoker, yang dihadiri Menteri PPPA Yohana Yembise Susana.

Pasalnya mereka merasa dihalang-halangi dalam tugas jurnalisnya, bahkan yang sudah di area Tanoker di Desa / kecamatan Ledok Ombo itu juga diusir Penitia dengan alasan tidak jelas. Untuk itu para jurnalis dari media cetak, online dan elektronik ini memboikot dengan meletakkan ID Card dan alat liputan.

“Sejak awal para juru warta diombang-ambingkan, karena merasa dihalang-halangi, semua wartawan yang datang, sepakat memboikot acara yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise Susana ini”. Kata Hamka jurnalis televisi yang turut aksi protes ini.

Padahal, sebelumnya para wartawan diminta meliput festival salah satu ikon festibal wisata tahunan Jember ini, tetapi sesampainya di start di Polsek Ledok Omba, malah diminta balik kanan, Padahal dititik itulah, sebelumnya kata salah-satu panitia wartawan bisa mewawancarai Menteri Yohana.

“Padahal kami datang kesini atas undangan. Dan saat itu kami juga sudah menunjukkan ID Card dari Panitia Tanoker, tapi tetap tidak boleh masuk, akhirnya kami memutuskan, kalau memang tidak boleh wawancarai Ibu Menteri berarti kami juga tidak boleh meliput festival engrang,” katanya.

Merasa kerja jurnalistiknya dihalang-halangi, para pekerja media ini berupaya menemui ketua panitia untuk menyampaikan protes secara langsung. Namun, lagi-lagi upaya yang dilakukan tak menuai hasil. Meski begitu, ada perwakilan panitia bernama Titin yang berusaha menjelaskan ke wartawan atas insiden tersebut.

Hal senada dibenarkan Jurnalis Televisi Yusuf,  Menurutnya saat akan masuk dari pintu depan juga tidak boleh, bahkan pintunya dikunci pakai kawat oleh petugas. “Sebemarnya kami berharap ketua panitia meminta maaf, karena yang bersangkutan tidak menemui, teman-teman sepakat memboikot”, katanya.

Ketua Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember, Ihya Ulumiddin, menyayangkan pelarangan peliputan yang dilakukan oleh pihak Tanoker. Pria yang akrap disapa Udik ini mengecam kejadian ini, dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di Jember.

Titin beralasan, bisa jadi insiden itu bukan pelarangan, tapi hanya sikap yang ditunjukkan panitia yang bertugas menjaga pintu tersebut arogan. Karena panitia itu khawatir banyak orang yang masuk ke lokasi Menteri Yohana singgah. “Karena memang, di dalam tadi kemasukan sekitar enam orang,” dalihnya.

Penjelasan Titin ini, justru menambah kondisi kian memanas. Selanjutnya, para pekerja media meminta bertemu dengan panitia yang melarang wartawan, serta bertemu ketua panitia penyelenggara. Mendengar permintaan itu, Titin mengaku ketua panitia masih sibuk, dan tak bisa menemui wartawan.

“Mohon maaf, Mas, nanti, saat evaluasi akan kami sampaikan. Nanti saya minta kartu namanya yang mau minta ketemu,” ucap Titin, namun wartawan menolak tawaran Titin. Kemudian mereka melanjutkan aksi boikot dengan meletakkan kartu pers, serta tanda pengenal wartawan dari  panitia. (yond).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: