"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 8 October 2018

Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Bayi Di Jember Masih Tinggi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Guna menurunkan angka Kematian Ibu melahirkan dan bayi yang masih tinggi Bupati Jember dr Faida, MMR menggandeng sejumlah fihak untuk bekerja bersama.

Tingginya angka kematian ibu dan anak ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Dua yang paling tinggi yakni eklampsia dan pendarahan. Demikia kata Faida dalam sosialisasi Studi Every Mother and New Born Count (EMNBC) oleh USAID di Pendapa Wahyawibawagraha Pemkab Jember, Senin (8/10/2018).

Disamping itu juga lantaran masih rendahnya pengetahuan pasien maupun keluarganya terkait kondisi kesehatan kehamilan maupun janin atau bayinya serta persalinan yang berkali-kali. "Tahun ini ada penurunan tapi masih belum menggembirakan, karena populasinya juga masih besar," ungkapnya.

Sejatinya membagun itu, menurutnya  yang paling utama adalah membangun Sumberdaya Manusia (SDM), bagaimana kita bisa membangun masa depan dan kesejateraan kalau kematian ibu dan bayi belumbisa kita  turunkan ini soaal serius, karwna soal serius kita komitmen.

Ini komitmen dunia, Indonesia dan Iember pun tidak boleh ketinggalan, karena Jember satu PR nya adalah kematian ibu dan bayi Ttrutama angka kematian ibu yang masih tertinggi di Jawa Timur, maklum penduduknya sangat pesat, oleh Karenanya hari ini kita bekerjasama dengan uniusef dan bebagai pihak terkait.

Untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Anak ini menurutnya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember terus melakukan berbagai upaya salah-satunya menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Jawa timur, Para Peneliti Kesehatan (Janin dan FKM UI, Unair), Bidan dan Dokter serta Mahasiswa.

Disamping itu juga mempersiapkan Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di seluruh Puskesmas di Jember.  "Saat ini baru 25 persen Puskesmas yang sudah memiliki PONED. Tahun depan targetnya 50 - 100 persen," ujar dia.

Selain itu, dia mengatakan bahwa setiap ibu hamil di Jember akan didampingi oleh satu bidan. "Serta akan dili dungi dengan asuransi kesehatan yang dananya diambil dari APBD. Semoga dengan demikian dapat menekan angka Kematian Ibu dan Anak di Jember" jelasnya. (eros)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: