"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 22 October 2018

Gakkumdu Gandeng RTIK Jember Patroli di Dunia Maya

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Antisipasi berita hoax, ujaran Kebencian dan postingan provokasi di dunia ‘Ghaib’ Maya, Tim Gakkumdu melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan RTIK Jember.

Gagasan  kerjasama antara Penegak Hukum Terpadu (Tim Gakumdu) yang terdiri dari Polres, Kejaksaan, Bawaslu dengan Relawan Teknologi dan Informasi (RTIK) Jember  ini untuk mengantisipasi  dalam masa kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan anggota legislatif 17 April tahun 2019.

Selama polisi  sudah biasa operasi di dunia nyata, untuk di Media Sosial (Medsos) masih belum, oleh karena itu perlu dibentuk tim operasi dunia maya. Demikian ditegaskan oleh Kapolres Jember, AKBP, Kuswowo Wobowo, SH, SIK, MH kepada sejumlah awak media.

“Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mencegah berita hoak maupun postingan-postingan di dunia maya terutama menjelang pemilu, dengan adanya tim patroli dunia maya yang terdiri dari 50 anggota RTIK, yang akan dibagi menjadi 3 shift untuk berpatroli di dunia maya dalam 24 jam,” katanya.

Untuk itu Kusworo berharap agar masyarakat tidak langsung menyebar berita yang belum tentu kebenarannya, tapi harus di sharing dulu, jangan sampai berita hoaks yang disebar menyebabkan warga berurusan dengan hukum.

Ketua Bawaslu Kabupaten Jember Imam Tabroni menyambut baik adanya penandatanganan MoU yang melibatkan RTIK Jember,  Sehingga ketika ada pelanggaran yang dilakukan oleh tim pendukung paslon pihaknya bisa segera melakukan kajian-kajian dan monitoring terhadap pelanggaran yang ada.

“MoU ini sangat bagus,  dengan adanya Tim RTIK kami bisa terbantu dengan akan melakukan kajian-kajian terlebih dahulu dan memetakan tingkat pelanggarannya, walau sejauh ini pelanggaran pemilu di dunia maya masih belum ada,” ujar Tabroni

Sementara ketua RTIK Jember Ulil  Albab menyatakan kesiapannya untuk membantu Gakumdu untuk mengawasi postingan di dunia mata, anggota RTIK katana sudah diatur dalam AD ART dan dituntut untuk tidak terlibat politik praktis, jika ada anggota yang terlibat maka di sesuai AD ART diminta mundur.

Kami siap menjamin netralitasnya, karena RTIK ini tidak hanya di Jember tapi di seluruh kabupaten di Jatim sudah ada, dan Jember hanya cabang, dan di AD ART jelas, bahwa anggota RTIK dituntut untuk menjaga netralitas dalam politik, jika tidak bisa netral maka harus mundur,” pungkas Ulil. (edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: