"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Thursday, 15 November 2018

Kepala BKN Serahkan 200 ASN Hasil Assessment Kepada Bupati Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kepala BKN Dr Ir Bima Haria Wibisana, M.Si Kamis (15/11/2018) serahkan hasil assesment terhadap 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada Bupati Jember dr Hj Faida, MMR.

Penyerahan secara simbolik pertama diberikan kepada Pemkab Jember. “Karena memang kami meminta percepatan," kata Faida usai rapat koordinasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Kantor Regional II BKN Surabaya serta jajaran BKD se-Provinsi Jawa Timur di Pendapa Wahyawibawagraha.

Melalui hasil assesment ini, formasi yang kosong secepatnya dapat diisi. “Formasi-formasi yang kosong akan kita isi dengan staf yang sudah ikut pemetaan kompetensi, ada 200 staf yang memungkinkan masih bisa untuk mengisi jabatan eselon IV jabatan struktural”, jelasnya.

“Jadi kita benar-benar menggali potensi baru dari bawah, karena mereka dari staf yang belum pernah terpetakan sebelumnya. “Kami berharap, hasil kompetensi ini dapat membuat Pemerintah Kabupaten Jember memilih pejabat-pejabat yang akan diujicobakan dengan kesempatan yang diberikan sebagai Plt.

Assesment ini meringankan beban Pemerintah Kabupaten Jember. baik anggaran maupun pelaksanaan. "Kami sangat butuh hasil assesment tersebut untuk mengambil keputusan yang adil. Membaca potensi, bukan hanya urut kacang, tetapi potensi ini memang harus digali," katanya.

Dengan bekal hasil assessment, penempatan pejabat ini akan lebih sesuai dan tepat, namun mereka akan dievaluasi secara bertahap. "karena masalah utamanya bukan hanya pemilihan sesuai kompetensi, tetapi juga pengamanan integritas, karena hal inilah yang menjadi masalah utama pemilihan pejabat," tuturnya.

Faida meyakini hasil assesment ini dapat membantu memunculkan pejabat-pejabat baru di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sesuai potensi di bidangnya. “Kami berharap program assesment dapat dilanjutkan, karena masih ada sisa potensi yang harus di-assesment”, pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: