"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 31 December 2018

Angka Kejahatan di Jember Tahun 2018 Meningkat

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dibandingkan Tahun 2017, Jumlah angka kejahatan di Kabupaten Jember tahun 2018 meningkat, yang terutama yang  menonjol  adalah kasus,  curat,  dan ciras dan lainnya.

“Untuk kasus pembunuhan, perjudian, Narkoba,  ganja,  sabu, menurun”, Kata  Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH bersama jajaran Kasat (Kepala Satuan), saat menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) selama tahun 2018, di Mapores Jember, Senin (31/12/2018).

Berdasarkan data pada tahun 2017  angka Kejahatan  terdapat 1.761 kasus, sementara pada  tahun 2018 ada 1810 kasus. “Ini mengalami kenaikan sebesar 49 kasus, dimana 1425 kasus berhasil diselesaikan, sedang  yang belum selesai 2017 ada 317  dan 2018 ada 487 kasus”, jelasnya.

Kasus yang menonjol yaitu Curat (pencurian dan pemberatan) dimana pada kriminal kategori ini terdapat kenaikan 14,77 persen atau 40 kasus dibanding tahun yang sama, dimana pada tahun 2017 terdapat 211 kasus curat, sedangkan di tahun 2018 terdapat 239 kasus.

Untuk Narkoba, 311 kasus dengan 346 tersangka, angka ini mengalami penurunan dari sebelumnya 356, meski menurun, jumlah barang bukti meningkat  pada jenis sabu-sabu, dan penurunan pada kategori ganja dan pil dextro dan  pil koplo ”Pelanggaran terbanyak di Kampus”, katanya.

Sedangakan pelanggaran lalu lintas menurun, namun angka ini  mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, Ini yang akan kita cek, biasanya kecelakaan diawali dari pelanggaran lalu lintas, ini angka pelanggarannya cenderung menurun, namun angka laka lantasnya meningkat.

Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polres Jember AKP. Edwin Nathanael SH. SIK, kecelakaan banyak terjadi di wilayah pinggiran yang disebabkan banyak faktor tidak hanya dari pelanggaran, tapi juga beberapa infrastruktur menjadi penyebabnya, terutama infrastruktur jalan Provinsi.

Untuk kasus OTT ada 4 kasus, di Disperindag , Dispendukcapil, Dispendik (Paud dan).  “untuk Unras,  dari  33 mejadi  36, unras terbanyak Tolak tambang Silo yang tembus 5 ribu massa, peningkatan kasus ini berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah penduduk ”, pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: