"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 28 January 2019

Bupati Faida; Tolak ukur keberhasilan PMI Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemkab mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Jember untuk profesional, ada dua tolak ukur keberhasilan dalam mengelola darah yang telah didonorkan masyarakat.

Sikap profesional itu seperti pengelolaan anggaran, sebagai bentuk kepercayaan masyarakat. “Gedung ini adalah suatu bukti keseriusan PMI,”  Demikian disampaikan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, saat peresmian gedung Unit Doroh Darah (UDD) di Jalan Srikoyo, Kecamatan Patrang, Senin (28/1/2019).

Menurutnya  sikap Profesionalisme itu juga telah ditunjukkan oleh pengurus PMI Jember, karena sudah berani membuat suatu perubahan yang mendasar, berani membuat audit internal dan eksternal, berani mempertanggungjawabkan secara terbuka.

Selanjutnya Bupati mengungkapkan tolak ukur keberhasilan PMI Jember dalam mengelola darah yang telah didonorkan warga.  Menurut Bupati, tolak ukur keberhasilan UTD (Unit Transfusi Darah) PMI Jember bagi masyarakat hanya bisa dilihat dari dua hal.

Pertama, kecepatan pelayanan kebutuhan darah bagi yang emergency. PMI wajib melayani kepentingan bank darah di seluruh rumah sakit  (RS) pemerintah maupun swasta. Kedua, kesinambungan kesediaan darah, baik kala hari-hari biasa maupun hari khusus. “Jangan sampai pendonor kurang,” pesannya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengapresiasi PMI Jember, karena telah menyiapkan kendaraan roda dua untuk antar – jemput darah bagi mereka yang memerlukan secara emergency. “Ini terobosan yang istimewa. Dengan dua motor dari sumbangan masyarakat, salah satunya dari pesantren,” ujar Bupati.

Kepada pengurus PMI Jember, Bupati berpesan agar tidak menyia-nyiakan relawan yang telah berjasa menyumbangkan darahnya. “Temukan sinergi dalam kelompok yang tidak biasa. Sinergi memang harus dibangun dengan kelompok yang berbeda,” tuturnya.

PMI juga sudah memiliki humas, sehingga masyarakat bisa tahu PMI tidak hanya identik dengan donor darah, tetapi juga kuras sumur pada saat bencana. “Masyarakat harus tahu kalau PMI punya kendaraan roda dua yang bisa service delivery. Ini namanya PMI jaman now,” Bupati.

Ketua PMI Jember, HEA Zaenal Marzuki, SH, MH, menyampaikan, pembangunan UDD merupakan salah satu program setelah dilantik pada tahun 2017 lalu. “Bertugas di PMI adalah bentuk pengabdian. Beliau (Faida) mengajak kita untuk mengabdi di dunia kemanusiaan tanpa batas, ” tutur Zaenal.

Pembangunan gedung UDD, salah satu upaya meningkatkan pelayanan masyarakat dengan baik dan tidak mementingkan jarak jauh maupun dekat. “Kita juga memberikan pelayanan lain, seperti donor darah di markas Jalan Jawa, serta mobil dan kendaraan kecil yang bisa melayani empat tempat dalam sehari,” jelasnya.

PMI Jember yang mandiri dapat menyamai fasilitas di Surabaya. PMI juga menjadi koordinator jejaring wilayah Kota Probolinggo sampai Banyuwangi. “PMI harus siap melayani masyarakat, masyarakat Jember utamanya, juga mem-backup PMI di wilayah jejaring kita,” pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: