"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 9 February 2019

Mengenang 70 Tahun Gugurnya Letkol dr RM Soebandi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemkab Jember mendukung keluarga besar mendiang Letkol dr RM Soebandi guna mengenang 70 tahun gugurnya pahlawan milik masyarakat Jember.

Kegiatan ini guna mengenalkan  lebih dekat pahlawannya kepada masyarakat. Ada tiga rangkaian kegiatan  yaitu, Doa bersama di Masjid An Nuur di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jum’at 8 Februari 2019, Doa dipimpin Kiai H  Iqbal ini dihadiri para undangan dan warga sekitar.

Masjid ini dipilih lantara menjadi monumen peringatan lokasi tempat pertempuran hingga Komandan Brigade Damarwulan Divisi II Suropatiini  gugur bersama Letkol dr RM Soebandi, yang ketika itu menjabat sebagai Residen Militer Karesidenan Besuki merangkap perwira kesehatan brigade.

Doa dipanjatkan untuk seluruh pahlawan yang gugur bersama kedua tokoh yang memimpin pertempuran di wilayah tersebut. Mereka gugur setelah terjadi serangan penyergapan oleh tentara Belanda tepat ada tanggal 8 Ferbruari 1949, 70 tahun silam.

Saat itu, pasukan Brigade Damarwulan Divisi II Surapati setelah melakukan perjalanan panjang selama dua bulan, tengah beristirahat di rumah warga Desa Karang Kedawung. Perjalanan ini dikenal dengan wingate action, untuk merebut kembali Jember dari penjajah Belanda. Perjalanan itu dari Kediri – Blitar – Malang – Lumajang  hingga Jember. Para pejuang bertemu di Desa Socapangepok, Lereng Gunung Argopura.

Kegiatan kedua berupa peluncuran buku biografi berjudul “Letkol dr RM Soebandi, Jejak Kepahlawanan Dokter Pejuang.” Buku ini ditulis dua jurnalis, Gandhi Wasono M dan Priyo Suwarno. Keluarga besar Letkol dr RM Soebandi bersama Pemkab Jember mencetak buku ini sebanyak 2.000 eksemplar, dan dibagikan ke perpustakaan umum, militer, kedokteran, maupun lembaga pendidikan. Serta para guru sejarah di Jember.

Buku ini terbit atas gagasan dr Widorini, MARS, putri pasangan Letkol dr RM Soebandi dan Rr Soekesi, yang mendapat dukungan penuh dari kakaknya, Widyastuti. Buku yang menceritakan kisah kecil Letkol. dr. RM Soebandi hingga gugur di medan pertempuran ini diluncurkan oleh Bupati Jember dr Hj Faida, MMR di Cempaka Hill Hotel, Sabtu 9 Februari 2019.

Buku biografi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi generasi mendatang. “Nama dr. Soebandi sudah tidak asing di telinga masyarakat Jember. Tetapi buku catatan tentang sejarah hidupnya sangat sedikit sekali. Karena itu, dengan terbitnya biografi ini saya mengharap seluruh guru dan pendidik, sejarawan, dan warga Jember semakin mengenal pahlawannya,” kata Bupati Faida ketika menerima kehadiran dr. Widorini.

Dalam buku biografi setebal 304 halaman itu juga diceritakan penemuan jasad Letkol. dr. RM Soebandi oleh teman sejawatnya, dr. Sugeng, setahun setelah pertempuran yang membuatnya tertembak.  dr Sugeng berhasil mengidentifikasi jasad Soebandi dari peralatan suntik di kantong jaket yang masih utuh, serta sebuah arloji yang masih melekat di pergelangan tangan.

Sosok Soebandi merupakan seorang tentara yang bertempur di medan sekaligus menjadi dokter yang mengobati pasukan yang cedera. Jasa besarnya tersebut diabadikan Menteri Kesehatan Prof. Dr. GA. Siwabessy pada tahun 1974 untuk nama RSD Jember. Namanya juga sebagai nama jalan, serta nama sekolah tinggi ilmu kesehatan di Jember.  

Kegiatan ketiga berupa simposium kedokteran pada Minggu 10 Februari 2019. Kegiatan ini kerjasama keluarga besar mendiang Letkol. dr. RM Soebandi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember, Universitas Jember (UJ), dan Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember.

Simposium bertema Tribute Lecture to Dr Soebandi ini dilaksanakan di aula FK Unej. Lima narasumber hadir dalam forum ini, diantaranya Prof. Dr. Dr. Soenaryo Hardjowiyoto, Sp.B, Sp.U-(K), dr. Ali Shodikin, Sp.A., dr. Ratna Dwi P, Sp.P, dr. Dandy Hari H, Sp.JP.,dr. Sugeng Budi R, Sp.PD. (eros).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: