"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 10 February 2019

Ratusan Santri Jember Gelar Aksi Tuntut Fadli Zon Minta Maaf

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Ratusan santri yang tergabung dalam Aliansi Pembela Kiai dan Ulama di Kabupaten Jember Jawa Timur Minggu (10/2/2019) pagi gelar aksi tuntut Fadlizon meminta maaf.

Aksi Longmarch dari Lapangan Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, menuju Alun-alun dan aksi Zikir ini merespon puisi Fadli Zon berjudul ‘Doa yang Ditukar’ karena dianggap menghina ulama, yakni KH Maimoen Zubair ini dapat pengawalan langsung dari Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH.

Ketua Banser Kabupaten Jember Ayub Junaidi pada beberapa awak Media cetak dan elektronik menerangkan, aksi ini merupakan bentuk mereaksi dari pernyataan dan ungkapan dari Fadlizone yang selama ini sering mengdiskriditkan para ulama dan kiai untuk itu perlu dihentikan.

"Perlakuan pengdiskriditkan terhadap ulama dan kiai itu dilakukan bukan haya sekali namun sudah sering kali diucapkan, dan ini merespon itu bawasanya para santri yang ada di Jember menyangkan sikap dan pernyataan dari Fadlizone." kata Ayub.

Aliansi Santri Pembela Kiai Jember minta maaf dalam 2 kali 24 jam. "Karena seorang pimpinan DPR RI tidak pantas menyampaikan ungkapan seperti itu melukai para santri di Jember khususnya dan Indonesian pada umumnya."jelas Ayub Junaidi yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember

Ayub Junaidi polikus dari fraksi partai PKB berharap, untuk para tokoh pusat di Jakarta dan daerah agar tidak mudah mengeluarkan stetmen, harus berpikir dampak dari ungkapan it, agar tidak melukai hati masyarakat dan para santri umumnya, maka hal seperti itu tidak diulangi.

Sebelum itu, massa berkumpul di lapangan sejak pukul 08.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan santri itu berasal dari seluruh Kabupaten Jember dan sebagai ciri khas santri, mereka menggunakan sarung, kopiah, dan berpakaian muslim saat melakukan aksinya.

Selain itu, ratusan banser juga ikut mengawal aksi itu. Para santri itu berdatangan satu rombongan menggunakan mobil bak terbuka dan truk. Mereka dari 26 kecamatan. Menurutnya, aksi bela kiai ini penting karena kiai dan ulama seharusnya dihormati, bukannya dihina atau dilecehkan.

“Kiai dari Rembang itu Kiai Maimun Zubair atau saya biasa panggil Mbah Moen itu dihina, apalagi juga di politisasi. Tidak seharusnyalah, sehingga saya ikut aksi ini,” kata Salah Seorang Santri Ahmad Syaiful Anam, Minggu Pagi (10/2/2019). Pagi

Menurutnya Kiai harus dijunjung dan dihormati layaknya guru yang dihormati dan dihargai jasa serta ilmu-ilmunya. “Karena kita bisa memiliki ilmu dan nantinya bisa meniti hidup karena jasa kiai. Apalagi kalau pemimpin yang sering sowan ke kiai, itu harus dihormati karena lebih baik,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, salah seorang anggota Banser Muhammad Zaini juga menuturkan, seorang kiai juga ibarat orang tua kita yang memberikan nasehat dan ilmu-ilmunya yang bermanfaat. “Jadi jika ada yang menghina atau melecehkan, tidak seharusnya dilakukan. Saya tidak terima, dan lewat aksi ini semoga menjadi perhatian,” tegasnya

Kapolres Jember AKBP Kusworo, mengatakan, Masyarakat menyampaikan pendapat dimuka umum sudah diatur dalam undng-undang. "Aksi, longmarch sejauh tiga kilo meter ini diikuti sebanyak tiga ratusan massa kemudian melakukan berzikir di alun-alun berjalan tertip dan aman. "tandasnya. (edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: