"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 10 April 2019

Bupati Jember Faida; Beasiswa Ini Hak Anak-anak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. “Di Jember, Jawa Timur, sudah begitu banyak program beasiswa yang diberikan, tapi yang di pelosok belum tentu dapat informasi, itulah gunanya majelis Sholawat ini.

Peserta sholawatan itu merupakan warga Jember yang bertempat tinggal di pelosok desa. Mereka ini jarang ke kota, apalagi masuk ke pendopo. Demikian disampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., dalam majelis sholawat di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Rabu, (10/4/2019) malam.

Menurut Faida Informasi soal pembangunan pun sangat terbatas, di Sholawatan, mereka dapat penjelasan langsung dari bupati. Seperti beasiswa. Pemerintah telah memprogramkan beasiswa bagi anak dari keluarga miskin, para tahfidz, anak yatim piatu, anak takmir masjid, anak kader posyandu, dan anak tukang becak.

Beasiswa menjadi salah satu program yang termasuk dalam kelompok Jember Maju Iptek dan Imtaq. Pada tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah memberikan sekitar 13.000 beasiswa untuk anak SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA.

Beasiswa itu terutama untuk  anak yatim piatu, karena sudah ada peraturan bupati yang menegaskan seluruh anak yatim piatu di Jember berhak mendapatkan beasiswa sampai ke perguruan tinggi. “Beasiswa juga dibagikan kepada sekitar 7000 mahasiswa asal Jember, yang kuliah di Jember dan di seluruh Indonesia maupun luar negeri, baik swasta maupun negeri,” imbuhnya.

Menurutnya pada tahun lalu, jelasnya,  ada 23 anak tukang becak yang kuliah di perguruan tinggi dan telah menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember. Penghasilan bapaknya cuma 500 ribu setiap bulan,” ungkap bupati. Baru-baru ini pemerintah telah mewawancarai sekitar 3.500 mahasiswa yang menjadi calon penerima beasiswa. Beasiswa juga telah diberikan kepada sekitar 10.500 anak yatim piatu.

Dari jumlah tersebut, ternyata masih belum banyak yang terdaftar. Karena itu, bupati menyampaikan masih bisa mengusulkan data penerima beasiswa. “Ini haknya anak-anak. Kalau ada yang belum didaftarkan, segera daftarkan, karena ini haknya anak-anak,” imbuanya.

Karena itu, bupati menitipkan kepada jamaah yang hadir untuk membantu tetangganya agar anaknya tidak putus sekolah akibat tidak punya biaya. “Gunanya majelis ini, selain bersholawat bersama, supaya jamaah yang hadir bisa membantu masyarakat lainnya,” pungkasnya. (eros)

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: