"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 31 July 2019

Istri Mundur, Suami Tanggung Biaya Anggaran Pilkades 248 Juta

Yoni Setiawan di ruangannya, kredit foto: Takril/MG
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Ada hal unik diperhelatan Pilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kencong, Kecamatan Kencong, sebab tidak adanya penantang incumbent Ahmadi, sehingga harus mendorong istrinya Ratna Yuliani Umi Mufidah untuk mendaftar. Tapi, detik-detik terakhir Slamet Arifin muncul mendaftarkan diri. 

"Setelah verifikasi dilakukan didampingi Muspika, tiga calon dinyatakan lolos verifikasi. Pertama Ahmadi, kedua Slamet Arifin dan ketiga Ratna Yuliani Umi Mufidah. Kemudian tentunya panitia melanjutkan tahapan yakni penetapan tanggal 26 sampai 29," ujar Yoni Setiawan di Kantor Balai Desa Kencong, Rabu 31 Juli 2019.

Sebelum melakukan penetapan, sambung Yoni, terlebih dahulu mengundang calon, diberi tahu sumber anggaran biaya Pilkades dari tiga sumber, pertama APBD, APBDes dan Sumbangan Pihak Ketiga (Tidak mengikat). "Kita sampaikan pada calon bila Tatib sudah dibuat dengan kebutuhan anggaran 248 juta," ucap Yoni.

Kata Yoni, itu kemudian ditawarkan pada ketiga calon. Namun, setelah disampaikan pada tiga calon, jawabannya bervariasi. Pertama Ahmadi menunggu tanggal 29, Ratna juga nunggu tanggal 29, ketiga Slamet Arifin menolak dan enggan menyumbang beban anggaran pada calon atas dasar Permendagri No 65 Tahun 2017, Di sana disebutkan bahwa anggaran Pilkades dibebankan pada APBD dan APBDes. 

Sementara, lanjut Yoni, panitia mengacu pada Perbub No 41 Tahun 2019. Setelah Slamet Arifin enggan menyumbang, akhirnya diadakan rapat internal panitia. Diputuskan, bila ketiga calon tidak menyumbang sebesar 248 juta, maka panitia tidak sanggup untuk melaksanakan Pilkades. Akhirnya, panitia menyerahkan kembali pada Badan Permusyawatan Desa (BPD) tanggal 27.

"Pada BPD, kami sampaikan bahwa panitia tidak siap melaksanalan Pilkades, sebab calon keberatan dimintai sumbangan. Setelah itu, BPD rapat dengan Pemerintah Desa untuk melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) membahas pembiayaan Pilkades yang dilaksanakan tanggal 29 dengan undangan 100 orang, yang hadir 70 lebih dan sudah memenuhi syarat untuk dilaksanakan."

Beberapa unsur yang diundang, salah satunya Tokoh Masyarakat, dalam forum tersebut panitia menyampaikan bahwa sudah menyerahkan Pilkades pada BPD. Ketika musyawarah, beberapa orang mengusulkan supaya kebutuhan anggaran dibebankan pada calon. Setelah ditawarkan, Ratna belum bisa menjawab, incumben Ahmadi sanggup membantu setengah kebutuhan anggaran, ketiga Slamet Arifin tetap menolak.

"Ada usulan supaya dipanggil satu persatu. Setelah dilakukan pemanggilan, Ratna tetap tidak bisa memberi jawaban, Slamet Arifin tetap menolak dan Ahmadi akhirnya bersedia menanggung semua biaya Pilkades 248 juta dengan catatan calon yang maju berkompetisi harus membuat surat pernyataan untuk tetap melanjutkan sampai calon terpilih," ungkap Yoni.

Disela-sela panitia membuatkan surat pernyataan, Ratna yang tak lain istri Ahmadi mengundurkan diri tanpa diketahui alasannya. Sementara Slamet Arifin bersedia menandatangani surat pernyataan untuk terus mengikuti proses sampai dengan selesai. "Ahmadi juga kami buatkan surat pernyataan untuk menanggung biaya Pilkades sebesar 248 juta dengan batas waktu yang telah ditentukan," terangnya. (RF).  

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: