"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 16 August 2019

Bhayangkari Jember Luncurkan Aplikasi Si Canting Untuk Cegah Stunting Anak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Cegah merebaknya anak Stunting yang masih tinggi, Pengurus cabang Bhayangkari Kabupaten Jember Jawa Timur, Jumat (16/8/2019) luncuran aplikasi berbasis Android.

Aplikasi Saku Pintar Pencegah anak Stunting berbasis android “Si Canting” dipilih untuk mempermudah masyarakat mengingatnya. Peluncuran Aplikasi ini merupakan bentuk kepedulian para istri-istri Polisi terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat, khususnya stanting anak di Jember tergolong masih tinggi.

Banyak anak-anak yang menderita stanting “Kami mendengar informasi dan mengetahui masih banyak anak-anak stating di Jember khususnya di kecamatan Jelbuk, bahkan sudah menjadi pembahasan nasional”,  Jelas Ketua Bhayangkara Kabupaten Jember, Nyi Cut Laura Kusworo  usai peluncuran Aplikasi ini.

Istri Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH menjelaskan bahwa Stunting anak itu bisa dilihat dari kondisi anak-anak ini gagal tumbuh, bisa dilihat dari tinggi, berat badannya yang tidak sesuai seusianya, itu tentunya berkaitan dengan gizi yang diperoleh, namun banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya.

Masyarakat yang kurang edukasinya, terkadang kita sebagai seorang ibu menganggap anak hanya cukup dibekali nasi, ayam atau daging itu sudah cukup untuk menunjang gizi, kenyataannya itu masih kurang, tapi harus ditambah tahu, tempe sayur buah dan susu.

“Yang kita tekankan disini adalah bukan makanan yang mahal atau bermerek tetapi makanan sehat yang memang olahan dari seorang ibu yang lengkap isinya ada vitamin a, b, atau c, disitu lengkap vitaminnya seperti buah-buahan sayuran dan juga proteinnya juga ada disitu dan itu dan tidak harus mahal”, jelasnya

Melaihat keyataan itu sebagai seorang ibu yang mempunyai anak dirinya mengaku  empati,  maka bersama Ibu-ibu Bhayangkara dan sejumlah fihak merumuskan mencari solosi bagaimana caranya bisa berbuat sesuatu untuk bisa mencegah angka stanting ini, maka akhirnya dapat diluncurkanlah Aplikasi ini.

Disitu dijelaskan caranya memasukkan data dari anak-anak kita, usia, sekian berat badannya, sekian tingginya termasuk dalam kategori stanting, disitu ada rumusnya dan akan keluar si anak ini kategori stunting dan cara  mencegahnya, mudah-mudahan bermanfaat.

“Kami akui kami belum terlalu pintar apalagi menguasai bidang ini, tetapi kami ingin berbuat satu hal yang sekiranya bermanfaat untuk masyarakat, oleh karenanya kami butuh masukan dan saran, supaya aplikasi ini bisa menjadi besar dan bermanfaat untuk masyarakat Jember”, jelasnya.

Dalam apikasi itu  dijelaskan apa itu stunting dan cara pencegahannya “Insya-Allah kedepannya kami akan mendatangi kecamatan-kecamatan yang memang tinggi tingkat stuntingnya, kami akan datang dan  memberikan vitamin kita akan memberikan edukasi tentang apa dan seperti apa sih stunting itu”, lanjutnya.

Yang perlu diketahui bahwa aplikasi ini katanya,  tidak ada royalti ataupun apapun. “Kita betul-betul niat kita tulus ikhlas untuk membantu dari anak-anak ini jadi tidak ada tidak ada maksud lain semua hanya untuk membangun anak-anak supaya bisa tumbuh dengan sehat dan sewajarnya”, tegasnya.

Peluncuran Aplikasi berbasis Android Si Canting ini mendapat Apresiasi dari Kepala Seksi Kesehatan dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Jember, Masyarakat Dwi Andarisasi, MSI, bahkan dirinya mengaku bersyukur sekali, pasalnya di aplikasi ini dapat memantau status gizi balita.

“Saya lihat di aplikasi itu tidak sekedar memantau, status gizi balita, tetapi, dilengkapi juga dengan saran, kemudian permasalahan yang ada pada balita itu dan apa yang harus dilakukan oleh ibu ketika balitanya bermasalah, jadi ini suatu hal yang bagus, dimana Jember termasuk wilayah yang lokus stunting”, katanya.

Di Jember katanya ada 10 Desa Lokus Stunting di 8 kecamatan, yaitu di Gumukmas, Panti, Ledokombo, Kalisat, Kencong, dan Jelbuk, dengan upaya dari Bhayangkari ini harapan kita, dengan keberadaan anggotanya yang hingga rating ini, kami berharap bisa mengurangi angka stunting di Kabupaten Jember.

“Penderita terbesar ada di masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, tetapi juga ada diluar itu, tetapi prosentasinya tidak banyak, karena lebih pada prilaku, polah polah asuh yang salah, ini yang menyebabkan, walaupun mampu, tetap tetap terkena kurangnya asupan gizi,

Bersasarkan survey Pemantauan Status Balita (PSG) tahun 2014 di Posyandu oleh provinsi Jatim memang tinggi diatas 41 persen, tetapi survey hasil operasi timbang tahun 2019 bulan Januari, sudah turun 11 persen, sekitar 17 ribuan balita, cukup banyak memang, jadi kita punya PR Besar,” jelasnya.

Di kecamatan lain dimungkinkan ada stanting. “Yang sudah kami lakukan adalah pemberian Makanan Tambahan bekerja dengan Dana Desa dengan Pemdes, NGO luar, Bhayangkari hari ini juga peduli ini, sehingga dia bisa melakukan deteksi pada anaknya sendiri maupun tetangganya, untuk di cek di aplikasi itu, diaplikasi itu sudah dijelaskan, tidak saja sekedar dideteksi tetapi ada langka solosinya”, Pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: