"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 6 August 2019

Bila Polres Jember Lelet, Mulyono Ancam Bakal Lapor ke Mapolda

Mulyono memperlihatkan bukti laporannya, kredit foto: Maulana/MG

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Desa Balunglor H. Mulyono yang dijegal panitia untuk mendaftar lantaran tidak membayar uang muka, mengancam akan melapor ke Mapolda Jatim bila laporannya ke Mapolres Jember tidak kunjung diproses dan lelet. 


"Saya merasa dirugikan sebagaimana dalam Pasal 45 ayat 1, selama masa pemilihan Kepala Desa, BPD dan Panitia dilarang membuat keputusan yang menguntungkan dan merugikan pada calon yang berhak dipilih, saya termasuk dirugikan maka saya lapor ke Polres," ujar Mulyono saat diwawancara di kediamannya, Selasa 6 Agustus 2019.

Vidio Mulyono waktu itu sempat viral di media sosial lantaran ditolak panitia ketika hendak mendaftar. Penyebabnya, Mulyono tidak membayar uang DP atau uang muka yang diminta panitia sebesar lima juta rupiah.

Terkait laporannya ke Mapolres, Mulyono mengaku oleh Polres Jember diminta untuk menunggu satu atau dua hari bahkan satu minggu. Ia berjanji, bila laporannya terus bulet dan lelet sebagaimana yang ia rasakan, tukung cukur ini akan membuat laporan ke Mapolda Jatim.

Mulyono menyebut kewenangan polisi hanya sebatas menyelediki dan menangkap, bukan memutuskan mana yang salah dan benar. Persoalan salah dan benar kewenangan hakim, oleh karenanya Mulyono ingin polisi segera menangkap dan didudukan bersama.

"Saya ingin pak polisi sigap dengan masalah ini, jangan membuat tindakan yang menaikkan emosi saya, jangan sampai saya kayak teroris dan jangan sampai saya urakan, saya ingin polisi tahu bahwa Mulyono merasa sakit hati, dirugikan dan dilecehkan," terang Mulyono geram.

Mulyono mengaku mendaftar sebagai Calon Kepala Desa sebagai representasi warga miskin, sebab ia sadar bila dirinya hanya seorang tukang potong rambut. Bila pun terpilih, Mulyono berjanji akan membuat desanya mewah dengan paving dan aspal yang bagus. 

Mulyono menyarankan, sebaiknya panitia Pilkades mundur sebab Mulyono merasa mereka bersalah. Tapi, bila pun panitia merasa benar, vidio sudah terlanjur viral dan semua orang bisa menilai mana yang salah. "Sebaiknya, panitia munduro," katanya lagi diulang-ulang.

Sejauh ini, Mulyono belum melihat desa lainnya yang harus setor DP untuk daftar Bacakades, hanya di Desa Balunglor. Kata Mulyono, bukan dirinya tidak mampu membayar, bukan. Ia menegaskan sanggup membayar sebab memiliki donatur. Namun, panitia sudah telanjur menjegal.

"Sudah satu minggu laporan saya, kalau masih bulet, saya ingin ke Polda Jatim, saya ingin ke Jakarta. Bahkan, kalau perlu saya ingin bertemu Jokowi menanyakan peraturan ini, mungkin karena saya tukang cukur dan miskin dianggap bodoh," ungkap Mulyono. (RF).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: