"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 13 August 2019

Minimnya Sarpras Penyebab Sedikitnya Siswa di SDN Jambearum 03 Jember

Salah satu ruang kelas, kredit foto: Fahmi/MG
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Kondisi sekolah yang terlihat kumuh dan tidak terawat, menjadi salah satu faktor penyebab sedikitnya orang tua menyekolahkan putra putrinya di SDN 03 Jambearum, Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Jember. Selain itu, Sarana dan Prasarana (Sarpras) di sekolah ini juga minim.

Sekretaris Desa Jambearum, Zainul Amin berkomentar, orang tua lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya ke MI karena masyarakat senang dengan sekolah di lembaga keagamaan, yakni di MI Dewi Masyitoh dan MI Wahid Hayim yang letaknya tidak jauh dengan SDN 03 Jambearum, Selasa 13 Agustus 2019.

Namun, Zainun Amin yakin, bila SDN 03 bangunannya diperbaiki serta fasilitasnya dilengkapi, masyarakat tidak akan ragu untuk menyekolahkan anaknya di SDN 03. Sementara saat ini, kata Zainul Amin, kondisi sekolah seperti itu. 

Zainul Amin menjelaskan, tanah SDN 03 Jambearun merupakan tanah milik PTPN 11 PG Semboro, sebagian juga milik warga hanya sudah dihibahkan, asetnya milik Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Saat MAJALAH-GEMPUR.Com berkunjung ke SDN 03 Jambearum, kondisi sekolah memang terlihat memprihatinkan, hanya terdapat empat ruangan, satu kantor dan tiga ruang kelas, perkelasnya disekat di jadikan dua ruangan. 
Salah ruang kelas yang disekat dengan triplek, kredit foto: Fahmi/MG

Kepala Sekolah SDN 03 Jambearum, Miqdad Juniar Tampilang saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, kondisi sekolah sudah lama seperti itu. Meski demikian, Miqdad tetap akan terus berikhtiar sebab sudah menjadi tanggung jawabnya.

Jumlah guru, kata Miqdad, seluruhnya ada lima ditambah dengan Guru Tidak Tetap (GTT), memang sekolahnya kecil dan jelek, tapi gurunya cukup. Kata dia, banyak faktor kenapa jumlah siswa sedikit, salah satunya berdekatan dengan MI.

Saat ditanya kondisi sekolah yang kumuh dan minim fasilitas, apakah lantaran minimnya bantuan, Miqdad enggan menjelaskan. "Saya sulit mengutarakan ini, kita terima murid sedikit yang penting sekolah tidak ditutup, meskipun tinggal satu pun akan saya lanjutkan," ujar Miqdad.

Miqdad mengaku hanya sebatas menjalankan tugas sebagai guru untuk mendidik, terkecuali bila tidak ada muridnya, kosong. Itu pun tidak bisa ditutup, kecuali ada kebijakan dari atasan, "Saya hanya menjalankan tugas," ucap Miqdad. 

"Kita sudah semaksimal mungkin. Cuman, saya berharap warga dan pemerintah setempat turut membantu agar lembaga ini tetap eksis sehingga siswanya tambah banyak," kata Miqdad yang telah empat tahun menangani SDN 03 semenjak 2015.

Kondisi timpang bila melihat SDN 01 Jambearum, ruang kelasnya banyak. Bahkan, beberapa ruang kelas masih terlihat baru. Selain itu, fasilitasnya memadai, wajar bila sederet penghargaan berjejer di ruang Kepala Sekolah.

Kepala Sekolah SDN 01 Jambearum, Drs. Syam Kholis mengatakan, jumlah siswa keseluruhan seratus lebih, total 193 siswa, per kelas ada yang 20 sampai 37 siswa. Lebih bagus dan timpang bila dibandingkan dengan SDN 03 Jambearum, karena sebelumnya kata Syam Kholis, SDN 01 ada tiga lembaga.

"Kalau tiga lembaga dijadikan satu ya seperti ini, di mana pun SDN yang regroup ya seperti ini. Awalnya SDN 01 Jambearum, SDN 02 dan SDN 04 Jambearum, kemudian SDN 02 Jambearum sekarang di sebelah kiri dari sini," ungkap Syam Kholis. (RF).   

Berita Terkait Pertanian

No comments: