"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 11 August 2019

Pendapat Bupati Inhil Tentang Pawai Takbir Idul Adha dan Ibadah Qurban

Bupati Inhil HM Wardan saat memberikan sambutan, kredit foto: Rhama Melo

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan berpendapat, pelaksanaan ibadah kurban pada momen Hari Raya Idul Adha merupakan kegiatan yang sarat dengan hikmah dan nilai historis. Selain itu, sebagai momentum bagi umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada allah SWT.


Hal tersebut diungkapkan HM Wardan saat melepas pawai takbir Hari Raya Idul Adha 1440 Hijiriyah, Sabtu 10 Agustus 2019 di Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan. Wardan menjelaskan, pawai takbir yang dilaksanakan pada malam itu, sejatinya tidak hanya bertujuan untuk hari raya Idul Adha, melainkan juga sebagai bentuk ikhtiar setiap umat Muslim dalam melestarikan dan menyemarakkan syiar Islam yang berkaitan dengan ibadah kurban.

"Untuk itu, mari kita jadikan pawai takbir yanv sarat dengan syiar Islam sebagai momentum mengagungkan Asma Allah dan menyambut hari raya, juga untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan serta memperkuat semangat qurban meraih ridho Allah SWT," ajak Wardan dalam sambutannya.

Wardan berpesan kepada para peserta pawai takbir Idul Adha untuk senantiasa memperhatikan kebersihan dan keselamatan di jalan. Kepada masyarakat yang menyaksikan pawai takbir, Wardan menghimbau agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan. "Ikuti pawai takbir malam ini dengan baik dan tertib. Jangan sampai nanti dalam kegiatan ini terdapat hal-hal yang tidak diinginkan," imbaunya.

Seusai memberikan sambutan, Bupati yang menjabat untuk periode kedua ini, HM Wardan dan segenap unsur Forkopimda Kabupaten Inhil pun melakukan pemukulan bedug menandai pelepasan peserta pawai takbir Idul Adha 1440 Hijiriyah.

Pawai takbir Idul Adha 1440 Hijiriyah yang mengangkat tema 'Ibadah Kurban Mengundang Berkah dan Menebar Kebaikan' ini, diikuti oleh 60 kelompok dengan sedikitnya 6000 peserta. Para peserta tersebut berasal dari berbagai kelompok pawai yang terbagi ke dalam beberapa kategori, seperti kelompok Instansi, kelompok Masjid, kelompok Ormas serta kelompok SMP dan SMA. 

Pantauan MAJALAH-GEMPUR.Com di lapangan, masyarakat terlihat berdesakan, jalanan macet, panggungnya besar dihiasi gemerlap cahaya yang berdiri kokoh di tengah kerumunan massa, menambah kesan meriah perayaan malam pawai takbir menyambut Idul Adha 1440 Hijiriyah.

Meski dilaksanakan pada malam yang hampir larut, tak membuat semangat masyarakat surut. Meski malam tak membuat gelora padam. Takbir menggema di setiap sudut kota.  Semarak kian terasa, manakala pawai takbir melintas di hadapan warga. Arak-arakan dari peserta pawai takbir mempertontonkan napak tilas Ibrahim - Ismail dan Ibadah Kurban.

Tak sekadar ber-arakan, peserta pawai takbir malam itu juga tengah memperebutkan gelar juara. Pawai takbir yang sudah menjadi tradisi di Kabupaten berjuluk 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia' ini terasa sungguh cepat berlalu. Setelah lebih dari satu jam berlalu, perlahan masyarakat tampak mulai berundur. Peserta pawai takbir terakhir pun melintas, pertanda telah memasuki penghujung acara. (Rhama Melo).

Berita Terkait Hiburan

No comments: