"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Thursday, 15 August 2019

Nasabah Bank BRI Kaget, Tarik Uang di ATM Mendapat "Uang Palsu"

Ilustrasi salah satu mesin ATM di Jember, kredit foto: Fahmi/MG

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Nasabah Bank BRI asal Madura yang tinggal di Desa Tempurejo, Kecamatan Ambulu, Jember Abdur Rosyid bersama pamannya Amiruddin kaget setelah menarik uang di ATM BRI daerah Ambulu, diduga uangnya palsu.


"Tadi malam kan saya sama paman mau beli Handphone, dikirimi uang saudara, orangnya ada di Bangka Belitung, ngirim Rp. 2.400.000, beli Hp di Ambulu dekatnya Bank Jatim. Harganya, Rp. 1.600.000," ujar Abdur Rosyid, Rabu 14 Agustus 2019.

Oleh pamannya, Amiruddin, kata Rosyid, langsung diberi uangnya. Pemilik konter, memeriksa uang dengan laser untuk memastikan asli atau palsu. Salah satu uang pecahan seratus ribu tersebut tidak mengeluarkan tulisan BI, buram, sementara yang lainnya keluar. 

"Saya bilang ke paman, supaya mengeluarkan semua uangnya, siapa tau ada lagi yang palsu, setelah dikeluarkan ternyata hanya satu yang palsu sedangkan itu uangnya orang sedangkan paman saya sekedar dititipi, imbasnya ke paman saya," ungkap Rosyid. 

Rosyid menarik uang di ATM dekat Dira Ambulu, ia sempat berbagi pengalamannya tersebut di salah satu group media sosial facebook, tak berselang lama, pengalamannya mendapat banyak tanggapan pro dan kontra.

Rosyid mendapat saran dari konter supaya komplain ke pihak bank. Nantinya, pihak bank akan menggantinya, "Mau ke bank hari ini rencananya tapi paman ada acara ngantarkan adiknya ke pondok, kemungkinan besok ke bank" terang Rosyid.

Rosyid berkata, bahwa uang yang diduga palsu ada bekas staples. Dia menduga kemungkinan tidak hanya satu tapi banyak. Biasanya, lanjut Rosyid, ada pita tengah-tengah Bung Karno dan Bung Hatta kalau palsu tidak menyatu.

"Saya saksikan sendiri semalam, kalau yang asli meski digosok tidak akan lepas sebab pitanya menyatu, kalau yang palsu setelah dilipat, buka lipatanya sudah mau jatuh pitanya. Saya kaget kok bisa ngambil uang di ATM ada uang palsu sedangkan uang itu pasti di cek sama pihak BI," terang Rosyid. 

Sepengetahuan Rosyid, kalau menghitung uang di bank menggunakan hitungan mesin, bila ada uang palsu pasti berhenti. Soalnya, mesin itu otomatis, bila dari BI itu masuk semua pasti tidak ada yang palsu, datang dari mana uang palsu itu, Rosyid bertanya-tanya.

Rosyid mengaku sharing di media sosial hanya memberikan saran. Namun, komentarnya justru banyak yang salah paham. Bila dapat uang palsu dari toko, Rosyid mengaku sudah biasa, bukan hanya satu kali dua kali, namun persoalannya ini dari ATM, sehingga membuat Rosyid kaget. 

Bank BRI Jember, bagian Manajer Operasional, Hani Marino Sahari saat dikonfirmasi MAJALAH-GEMPUR.Com mengatakan, BRI Jember yang kebetulan lokasinya di Ambulu, kebetulan ada dua lokasi di sana, pertama unit dan kantor cabang pembantu masih menunggu dari nasabah yang mengaku mendapat uang palsu.

"Sampai hari ini sudah hari kedua namun yang bersangkutan belum datang, pihak bank belum bisa memastikan apakah uang tersebut diterima langsung dari mesin atm yang diambil atau memang ada faktor kesengajaan yang menimbulkan kerugian perbankan," ujar Hani di kantor BRI, Kamis 15 Agustus 2019.

Hani menghimbau, agar menteliti lebih jelas sebelum sharing, harap disaring lebih dulu sebab hal tersebut bisa merugikan pihak lain dalam hal ini perbankan. Hani juga tetap menghimbau tim, khususnya pengisian mesin atm sebagai anak perusahaan yang setiap harinya mengisi uang tersebut untuk lebih detil dan memeriksa untuk memastikan bila memasukkan uang ke atm adalah asli.

"Itu ada peraturan dari BI, jika uang asli dianggap uang palsu, kita lihat faktornya dulu, apakah dia (Rosyid) memang tidak tau atau belum teredukasi cara meneliti uang asli dan palsu, kita akan edukasi, tapi jika memang ada faktor kesengajaan maka akan kita lanjut ke pihak hukum, pidana," ujar Hani.

Selama di Jember, Hani mengaku belum menemukan persoalan seperti ini, pengalamannya di Jakarta dan tempat-tempat sebelumnya juga belum pernah. Justru sebaliknya, bank mendapat laporan ada uang palsu sehingga diambil dan diserahkan ke Bank Indonesia.

"Itu sangat terlihat kalu palsu secara kasat mata sudah bisa terlihat, tidak perlu diraba cukup dilihat sudah bisa tau, mungkin nasabah belum teredukasi untuk membedakan antara uang asli dan palsu," ungkap Hani. (RF).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: