"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 23 September 2019

Cakades Terpilih di Jember Ancam Laporkan Akun Medsos Penghina Dirinya

Ahmad Suhartono, kredit foto: Takril/MG
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap III di Kabup1aten Jember baru saja usai hari Kamis 19 September 2018 lalu. Namun, di Desa Keting, Kecamatan Jombang, sudah menuai polemik.

Sebuah akun facebook bernama Finnik Risqy mengunggah status bernada kebencian kepada calon kepala desa terpilih Ahmad Suhartono.

"Selamat untuk Desa Keting selama 6 tahun ke depan Keting akan hancur karena dipimpin oleh pemimpin yang pasif dan tidak berpendidikan, proker tidak jelas dan tidak berwawasan apa-apa," tulis Finnik di laman facebooknya. 

Tak pelak unggahan Finnik mendapat beberapa respon dari netizen. Finnik pun menanggapinya dengan nada kasar, "Assiapp, lek tidak dipenuhi janjine gari mbacok ndas e wong e ae," tulis Finnik menanggapi komentar akun Feona Apriliasari.

Tanggapan Finnik tersebut berbahasa jawa yang artinya: Assiapp, bila (Ahmad Suhartono) tidak memenuhi janjinya, tinggal bacok (memukul menggunakan benda tajam seperti clurit) kepala orangnya saja.

Ahmad Suhartono merasa geram dengan postingan Finnik, pada MAJALAH-GEMPUR.Com dia mengancam akan melaporkannya pada pihak yang berwajib. "Iya akan saya proses secara hukum secepatnya biar masyarakat tau dan allah menunjukkan mana yang salah dan yang benar," kata Suhartono di kediamannya, Minggu 22 September 2019.

Suhartono menjelaskan, postingan tersebut membahayakan. Hal semacam ini rawan menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat. Sebagai calon terpilih, meskipun menerima, Suhartono khawatir pendukungnya tidak menerima, "Sebagai konsekuensinya ya harus berani berbuat juga berani bertanggung jawab," ucapnya. 

Sebenarnya, sambung Suhartono, hal demikian bisa dikatakan wajar namun bila melampaui batas diluar kewajaran. Berarti tidak menerima kekalahan,"Saat calon dipulangkan panitia memberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan kepada masyarakat itu sudah disampaikan masing-masing calon," tuturnya.

"Kepada tim pendukung kalah menang harus menerima, kemenangan itu adalah kemenangan murni dan bila kalah semua harus menerima, itu sudah disampaikan masing-masing calon, kenapa kok sampai muncul seperti ini," ungkapnya.

Suhartono menduga ini suruhan atau pihak yang tidak terima sebagai pendukung calon lain, jangan sampai gampang terprovokasi apabila tidak tau persoalannya dan langsung saja temui saya apabila ada persoalan, mari kita kembali bersatu membangun desa bersama-sama. (RF).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: