"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 27 November 2019

Festival Sedekah Hasil Bumi dan Memperingati Hari Jadi Desa Curahlele

Kepala Desa Curahlele membuka start dimulainya Festival Sedekah Hasil Bumi, kredit foto: Fahmi/MG
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Desa Curahlele untuk pertama kalinya memperingati hari jadi setelah sekian tahun tidak pernah diperingati. Peringatan hari jadi ini diperingati dengan Sedekah Hasil Bumi sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Keseluruhan, pesertanya 27 yang diikuti oleh masing-masing RT, juga ada yang dari umum, juara 1 mendapatkan hadiah 750 ribu, juara 2 500 ribu dan juara 3 300 ribu.

 Acara start mulai jam 03.00 sore dari Lapangan Desa Curahlele, berjalan menuju ke kantor desa. Sesampainya di kantor desa, langsung diumumkan juaranya untuk 10 besar. Kemudian, dilakukan potong tumpeng yang dilakukan oleh Kepala Desa Curahlele, H. Hamid. Setelah potong tumpeng, ancak gunung yang berisi buah-buahan yang tidak masuk 10 besar, langsung jadi rebutan warga.

Kepala Desa Curahlele, H. Abdul Hamid mengatakan, peringatan hari jadi desa ini diisi dengan Festival Sedekah Bumi berupa ancak gunung dari masing-masing RT yang juga diikuti oleh umum. Selain untuk memperingati hari jadi Desa Curahlele, juga memperingati Maulid Nabi Muhammad saw dengan pengajian serta sholawatan pada malam harinya, Rabu 27 November 2019.

"Ini merupakatan pestanya warga Curahlele untuk memperingati hari jadi desanya, sebagai ucapan syukur serta agar desa ini mendapat keberkahan, baik masyarakat maupun pemerintahannya bisa berkah sehingga menjadi desa yang makmur dan sejahtera masyarakanya," ujar H. Hamid.

Peringatan semacam ini baru pertama kali ini dilakukan. Namun, H. Hamid akan berupaya setiap tahun dilakukan, tentunya dengan konsep yang berbeda-beda dan lebih meriah, "Ini Pertama kalinya, namun alhamdulillah saya tidak menyangka antusiasme warga akan seperti ini, pastinya tahun depan akan lebih meriah," tandasnya.

H. Hamid meyakini, bahwa Desa Curahlele ini dulunya hutan yang kemudian ada yang membabatnya. Nanti malam, saat pengajian akan dikirimi fatihah kepada orang-orang yang telah berjasa kepada Desa Curahlele, baik itu yang telah membabat desa ini, mantan Kepala Desa serta para tokoh Desa Curahlele yang semuanya pastinya telah memberikan sumbangsih kepada desa dan masyarakat.

"Saya sebagai Kepala Desa Curahlele yang baru mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka semua baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada, semoga bisa meneladani dan memperjuangkan cita-cita mereka untuk membawa Desa Curahlele ke arah yang lebih baik," ungkap H. Hamid.

H. Hamid juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia serta perangkat desa yang sudah turut terlibat dalam persiapan hingga menjadikan acara ini berjalan dengan sukses, "Semoga keterlibatannya dan mensukseskan acara dinilai ibadah oleh yang maha kuasa," tutur H. Hamid.

Tidak lupa, H. Hamid juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah turut serta berpartisipasi, tanpa mereka acara ini tidak akan berjalan dengan sukses dan meriah. Sebab, disadari atau tidak, kata H. Hamid, pembuatan ancak gunung menghabiskan banyak biaya, namun warga rupanya tetap menghias ancak gunungnya dengan baik.

Salah satu peserta, Ketua RT 10 RW 03, yang mana ancak gunungnya mendapat perhatian banyak orang lantaran mewah dan tinggi dibandingkan dengan yang lain, Ketua RT, Rohman mengatakan bila pembuatan ancak gunungnya membutuhkan waktu dua hari dua malam.

"Semua warga RT 10 terlibat meski hanya sekedar menyumbang dana atau pun nyumbang doa. Tapi, ada juga yang memberikan sumbangan buah-buahan serta bambu untuk pembuatan ancak gunung," katanya.

Rohman berharap, acara seperti ini dapat dilaksnakan secara rutin setiap tahun, selain untuk memperngati hari jadi Desa Curahlele, agar memupuk rasa kebersamaan warga untuk bahu membahu membangun desanya yakni Desa Curahlele. (RF).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: