"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 15 November 2019

Hampir Roboh, Jembatan Penghubung 4 Desa di Inhil Butuh Perhatian Serius

Warga lintasi jembatan pelan, disamping kanan dan kirinya sudah bolong, kredit foto: Rhema/MG
Inhil, MAJALAH-GEMPUR.Com - Masyarakat menyebutnya jembatan Lintas Jalai, panjangnya 70 meter dan lebar 4 meter membentang di atas sungai keritang, tepatnya di Dusun Tuah, Desa Keritang, Kecamatan Kemuning. Jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat, karena faktor usia, saat ini kondisinya sudah rusak dan butuh perhatian pemerintah.



 Selama ini, masyarakat bergotong-royong melakukan perawatan Jembatan ini. Namun 5 tahun belakangan ini masyarakat mulai kewalahan melakukan perawatan sebab sebagian bahan Jembatan sudah lapuk/busuk dan keropos dimakan usia. Kini keadaan Jembatan semangkin parah. Hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Petani mengeluh sebab hasil kebun mereka tidak dapat diangkut menggunakan Mobil. Terpaksa mengeluarkan biaya tambahan agar hasil kebun bisa diangkut Truck dengan cara dilangsir menggunakan sepeda motor. Jembatan Jalai ini menjadi penghubung 4 Desa, yaitu Desa Keritang, Desa Sekayan, Desa Petalongan dan Desa Sencalang. Begitu vitalnya Jembatan ini.
Seperti di Desa Sekayan, tepatnya di Dusun Lemang, telah berdiri sekolah SD, SMP, SMA, sebagian murid-muridnya harus melintasi Jembatan ini bila ke sekolah.

Kepala Desa Keritang, Nazarudin mengatakan, masalah jembetan tersebut merupakan wewenang Pemerintah Kabupaten. Nazarudin mengaku berkali-kali telah mengusulkan ke kabupaten supaya Jembatan Jalai bisa dibangun sesuai fungsinya yang sangat vital. Namun, hingga saat ini belum terealisasi.

Sementara Kepala Desa Sekayan, Jumadi pasrah. Dia berharap agar pihak berwenang segera membangun Jembatan. Meski berada di wilayah luar Desa Sekayan, namun banyak murid sekolah dari Desa Keritang bersekolah di Sekayan haru melintasi Jembatan itu. Dan sebagian petani dari Sekayan mejual hasil kebun harus melintas Jembatan tersebut.

Beberapa warga yang melintasi jembatan, saat diwawancara sama-sama mengeluh dengan keadaan jembatan. Salah satunya Prapto, petani yang sangat mengharapkan kehadiran pemerintah untuk membangun Jembatan ini. Prapto mengaku terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mengeluarkan hasil kebunnya.

"Karena jembatan tidak bisa dilalui kendaraan roda 4. Sebelumnya kami selalu bergotong-royong untuk perawatan jembatan, tapi karena banyak material jembatan sudah lapuk jadi harus diganti dan itu sulit dilakukan karena bahannya semua dari kayu, sedangkan kayu sulit didapat," ungkap Prapto.

Prapto ingat, bila Bupati Inhil, HM. Wardan pernah gagal melintasi jembatan ini beberapa tahun silam dalam rangka peresmian SMP Negeri 4. Saat itu bupati mendapat informasi pencegatan oleh masyarakat dengan massa depan jembatan. Masyarakat ingin bicara baik-baik. Tapi, mungkin bupati dapat bisikan lain sehingga membatalkan mengambil rute lain. "Tolong pak Bupati, Jembatan yang pernah bapak gagal bapak lintasi itu kini hampir roboh, tinggal tunggu waktu," harap Prapto. (Rhama Melo).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: