"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Thursday, 28 November 2019

Sapa Konstituen, Lailatur Qodriyah Berjanji akan Mengusahakan Kesejahteraan Guru

Lailatul Qodriyah saat reses, kredit foto: RF/MG

Lumajang MAJALAH-GEMPUR.COM - Kesejahteraan guru di negeri ini memang seperti terabaikan. Tidak sedikit guru yang digaji 200 ribu ke bawah dalam satu bulan, melihat hal tersebut, membuat Anggota DPRD Jawa Timur merasa terpanggil.

 "Saya merasa terpanggil untuk soal kesejahteraan guru ini. Karena seringkali saya membaca di media sosial, guru hanya digaji 100 ribu dalam satu bulan, kemungkinan besar di Lumajang hal demikian banyak terjadi," kata Neng Laila saat Serap Aspirasi (Reses) Kamis 28 November 2019 di PP. Manarul Qur'an, Desa Kutoterenon, Lumajang.

Menurut Neng Laila, guru adalah kunci masa depan sebuah bangsa, guru lah yang mencetak estafet kepemimpinan negeri ini, "Dzolim rasanya bila kemudian mereka (guru) diabaikan kesejahteraannya," ungkap Neng Laila.

Harusnya, sambung Neng Laila, kesejahteraan guru menjadi prioritas pemerintah. Namun, janji mensejahterakan guru hanya sebatas isu yang sulit terealisasi. "Nanti, saya akan usahakan agar tidak sekedar menjadi isu, namun dapat benar-benar terealisasi," tuturnya.

Selain menyinggung soal kesejahteraan guru, kemiskinan juga menjadi problem yang sulit dituntaskan. Oleh karenanya, Komisi A DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah akan ikhtiar sebisa mungkin untuk menuntaskan masalah tersebut.

Kata Neng Laila, sapaan akrabnya, dirinya berada di Komisi A memiliki 20 mitra kerja yang tak lain adalah dinas-dinas di provinsi. "Masing-masing dinas, tentunya memiliki wilayah kerja. Nah, ini nantinya diupayakan soal kemiskinan didahulukan," ujarnya.

Pemerintah pusat, sambung Neng Laila, sudah ada bantuan PKH dan BPNT, dari Provinsi ada Jaminan Sosial Lanjut Usia dan Disabilitas (Jaslud). Namun, masih banyak yang belum tercover, oleh sebab itu Neng Laila bersama dinas mitra kerjanya akan mengupayakan supaya orang-orang yang layak tidak luput dari program tersebut.

"Bila memungkinkan dengan ketersediaan anggaran, bisa juga membuat program baru, semisal bantuan usaha untuk orang tidak mampu, agar persoalan kemiskinan ini segera tertuntaskan dan kesenjangan tidak kian mencolot," ungkap Neng Laila.

Di kesempatan reses ini, Neng Laila juga menyinggung soal UU Pesantren yang berhasil diperjuangkan oleh DPR dari PKB. Kata Neng Laila, ke depan tinggal mengupayakan agar sesegera mungkin disusun perdanya, sehingga semakin kuat.

"Tidak perlu khawatir dan ragu untuk memondokkan anaknya. Sebab nantinya ijazah santri setara dengan ijazah sekolah umum, sama-sama memiliki peluang yang sama untuk mengabdi pada bangsa negara," jelas Neng Laila.

Salah satu konstituen, meminta Neng Laila agar kesejahteraan guru juga diperjuangkan. Menanggapi usulan tersebut, Neng Laila akan berikhtiar supaya kesejahteraan guru lebih diperhatikan. "Akan saya perjuangan semampu saya agar guru dijamin kesejahteraannya oleh negara," terang Neng Laila. (RF).

Berita Terkait

No comments: