"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 8 December 2019

Bawaslu Jember Ajak Warga Desa Curahlele Sadar Pengawasan

Memakai kopyah putih Kepala Desa Curahlele Abdul Hamid dan disampingnya Komisioner Bawaslu Jember Dwi Endah Setyowati, kredit foto: Fahmi/MG

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember menyelenggarakan sosialisasi Desa Sadar Pengawasan di Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Jember, Minggu malam 8 Desember 2019.

 Kepala Desa Curahlele, Abdul Hamid mengatakan, Desa Curahlele ditunjuk sebagai desa pengawasan tujuannya agar setiap momentum pemilu masyarakatnya sadar bagaimana tentang peraturan-peraturan untuk kemudian melakukan pengawasan terhadap segala hal pelanggaran pemilu.

"Untuk itu, karena kita sudah ketempatan atau terpilih sebagai Desa Sadar Pengawasan, bagaimana komitmen kita, tentunya saya pribadi mengajak masyarakat Curahlele tanpa terkecuali untuk mensukseskan setiap pesta demokrasi," ajak Abdul Hamid.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Jember Dwi Endah Setyowati dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kerja dalam proses pengawasan. Semula, bukan Bawaslu melainkan Panwaslu yang masih berbentuk ad hoc.

"Di UU Kita ada 3 penyelenggara yakni DKPP, Bawaslu dan KPU. Saya hadir malam ini untuk mengajak menjadi desa pengawasan pada moment pemilu utamanya Pilkada yang akan datang," terang Endah.

Kata Endah, hak pilih warga Jember sampai 1,8 juta. Sementara penyelenggarannya hanya 3 di tingkat kecamatan dan 1 di tingkat desa, bila tidak mengajak masyarakat maka penyelenggara akan kewalahan.

Jadi, sambung Endah, apabila menemukan pelanggaran pemilu. Nantinya, bisa dilaporkan ke panwasnya yang ada di desa masing-masing, "Pemilu ini milik masyarakat, pesta demokrasi ini pestanya rakyat oleh karenanya harus berjalan secara adil dengan partisipasi masyarakat," ajak Endah.

Menurut Endah, negara itu akan baik bila masyarakatnya baik dan pemudanya baik. "Memulainya ya kita bisa melahirkan pemimpin yang baik dengan menggunakan hak pilih kita serta berpartisipasi melakukan pengawasan agar pemilu berjalan dengan baik," ungkap Endah.

Kata Endah, salah satu target Desa Sadar Pengawasan ini adalah mengantisipasi politik uang, antisipasi banyaknya berita tidak benar atau hoax. Supaya berhasil, masyarakat harus komitmen untuk memelihara demokrasi.

"Dengan difasilitasi oleh pemerintah, bisa pemerintah desa. Selain itu, integritas dan profesionalisme penyelenggara pemilu," jelas alumni Universitas Negeri Malang ini.

Pada kesempatan ini, Endah juga menyerukan supaya tidak golput. Sehingga, ke depan pastisipasi masyarakat tinggi. Pastinya, dapat melahirkan pemimpin yang pro rakyat, "Rugi bila tidak menggunakan haknya," tegas Endah. (RF).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: