"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 22 January 2020

Berikut Lima Gebrakan Kalapas Kelas IIA Jember


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember membuat gebrakan dan terobosan baru, dibawah komando Yandi Suyandi, mantan kalapas Nusa Kambangan Pasir Putih.

 Tak tanggung-tanggung, Kalapas bahkan langsung akan melakukan dan merencanakan 5 poin gebrakan, dalam membina Warga binaan untuk meningkatkan kemandirian dan pelayanan dalam memanusiakan manusia.

Setelah melakukan serahterima jabatan pada 15 Januari 2020 lalu, langsung tancap gas mengumpulkan para kasi untuk mendapatkan masukan dan mendalami dalam melayani warga binaan.

Kalapas Kelas IIA Jember Yandi Suyandi, didampingi oleh Kasi Bimbingan Anak Didik (Binadik) Lapas Klas II A Jember, Dadang Firmansyah mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan lima gebrakan.

Pertama ingin mendirikan pesantren warga binaan yang ada di Lapas Jember yaitu, melaksanakan salat lima waktu yang sebelumnya hanya Salat Dhuhur dan azhar untuk Magrib terbatas hanya untuk tampeng saja.

"Sekarang salat lima waktu penuh dari mulai salat subuh sampai dengan isya' untuk semua warga binaan dibolehkan, juga diisi dengan ceramah-ceramah,"kata mantan Kalapas Nusakambangan Pasir Putih Selasa 22 Januari 2020.

Kedua mengalihkan tempat ruang kunjungan yang tadinya di depan kamar-kamar yang di depan masjid, akan dipindahkan ke aula yang lebih luas dan lebih manusiawi tidak terganggu oleh rekan-rekannya yang tidak ada besukanya.

Ketiga membuat ruang tunggu kunjungan, yang tadinya di depan kantor bisa dialihkan di samping kantor supaya lebih nyaman lagi orang yang menunggunya. Ke empat yaitu mengalihkan potensi kegiatan kerja narapidana, yaitu bidang kemandirian yang tadinya ada didalam, kedepan mesin paving block nanti kita akan alihkan keluar Lapas,

"Untuk lebih mempermudah dan aman, baik bahan baku dan bahan jadi bisa langsung dipasarkan pada warga umum,"terangnya. Poin ke-5 yaitu adanya kegiatan narapidana di bidang kemandirian, akan dilanjutkan dan ditingkatkan khususnya hiburan musik (band) akan dipromosikan ke luar Lapas, terkait perijinan narapidana keluar dengan ijin Kantor Wilayah.

Membuat galeri tempat mengenalkan dan menjual hasil karya dari warga binaan pada masyarakat, masyarakat akan lebih mudah meski sekedar melihat-lihat tidak harus masuk kedalam Lapas.

"Semua itu akan berjalan tertib bila kita melayani warga binaan dengan baik, serta harus ada dukungan dari semua pihak khususnya warga binaan dan masyarakat pegawai itu hanya memfasilitasi kegiatan mereka."pungkas Suyandi (RF/Eros/edy)

Berita Terkait Advertorial

No comments: