"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 19 January 2020

Dangkalnya Alur Sungai Bendodo Dikeluhkan Nelayan


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com -
Sudah bertahun-tahun alur sungai Bendodo, Kali Malang Getem, Desa Mojomuyo Puger dangkal. Akibatnya, puluhan boat milik nelayan di dermaga Getem dan Kalimalang, Gumuhmas kesulitan berlayar menuju laut untuk beraktifitas seperti biasa.

Ketua RW, 03, Dusun Kalimalang Desa, Mojomuyo, Sunyoto (49) mengaku belum mengetahui penyebab dangkalnya abrasi dan limbah dari tambak, sehingga dikeluhkan oleh para nelayan. Pasalnya, apabila kondisi air tidak pasang, para nelayan tidak dapat mengeluarkan boat yang disandarkan di dermaga.

“Sudah lama kondisi ini, lantaran sungainya sudah dangkal, jadinya kami para nelayan sangat kesusahan untuk melaut,” ujarnya saat ditemui awak media, Minggu 19 Januari 2020.

Sunyoto menjelaskan, saat ini kedalaman sungai hanya mencapai 30 cm atau setingkat lutut orang dewasa. Dari pinggir sungai saja sudah tampak tanah di dasarnya. Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang tak menentu, sehingga lumpur yang ada di sepanjang sungai itu saat ini semakin bertambah tinggi.

“Kalau pasangnya besar paling dalam sungai yakni satu meter setengah, itu pun sudah kedalaman maksimal dan jarang sekali terjadi,” jelasnya.

Nelayan setempat khawatir, karena jika tidak berhati-hati mengarahkan kemudi boat melintasi sungai itu akan membuat baling-baling dan mesin boat rusak.

Dangkalnya sungai tersebut membuat alur sungai menyempit, sehingga para pelaut itu terpaksa mengeruk sendiri sungai untuk memperdalam dan membuat jalur yang hanya bisa dilalui satu boat saja. Apalagi pengerukan hanya menggunakan timba dan alat bantu manual lainnya.

Persoalan ini ditanggapi dengan baik oleh PT Delta Guna Sukses, (tambak) membantu untuk pengerukan, terjadi pro dan kontra ada sebagian yang tidak menginginkan adanya pengakuan, sehingga pihak tambak mengurungkan dan melanjutkan.

“Kita berharap pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini, sehingga pendalaman sungai di sepanjang jalur sungai Bendodo Kalimalang, Getem Mojomuyo, Puger bisa berlanjut dan bermanfaat," ujar Sunyoto yang juga sebagai Ketua RW 03, Dusun Kalimalang, Desa Mojomuyo, Puger.

Hal yang sama disampaikan oleh Sulaiman Ketua Forum Kelompok Usaha Bersama Nelayan (FKUBN) Kabupaten Jember, dia membenarkan Keluhan yang dialami oleh para nelayan, kedangkalan aliran keluar dan masuknya kapal.

"Saya kira bila ini duduk bersama dari pihak yang kontra, bisa diambil jalan tengahnya, dari lebar sungai kurang lebih seratus meter, yang di dalamkan (dikeruk) selebar tiga puluh meter, secukup jukung/speed lewat keluar masuk,"jelas Sulaiman. (RF/Eros/edy)

Berita Terkait Peristiwa

No comments: