"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Tuesday, 18 February 2020

Diduga Ilegal Pengepul Rongsokan di Banyuwangi Ditindak Satpol PP


Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com - Salah satu pengepul rosongsokan di wilayah Kec. Kalibaru, Banyuwangi Jawa Timur terlihat kumuh, lebih-lebih barang pengepul rongsokan atau barang bekas yang tidak tertata dengan baik membuat Jalan Raya Jember-Kalibaru itu terkesan awut-awutan serta membahayakan pengguna jalan, hal ini jelas mengganggu ketertiban umum.

Seperti halnya di tempat pengepul rongsokan di Dusun Tegalpakis Desa. Kalibaruwetan, Kec. Kalibaru yang dekat dengan bahu Jalan Raya Nasional, lebih-lebih jalur tersebut jalur lintas provinsi. Menurut Rifai'i Plt Kabid Penindakan Satpol PP Kabupaten Banyuwangi saat diwawancarai awak media terkait hal tersebut mengatakan,

"Kami sudah turun ke lapangan dan pemilik atau pengepul rongsokan kami kasih waktu 2 Minggu untuk menata dan membersihkan barang-barang rongsokannya yang ada di bahu jalan.Dan segera mengurus Surat Ijin Usaha Perusahaan (SIUP), karena setelah kami tanya, pengepul tersebut tidak mempunyai ijin. Kalau semua yang kami sarankan tidak dilaksanakan dan diindahkan oleh pengepul tersebut, maka kami akan tindak tegas," Tegasnya Selasa (18/02/2020) sekira pukul 14.00 Wib.

Sementara itu pemilik usaha rongsokan atau barang bekas itu saat petugas datang, Buniman (Pak Heri) tidak ada ditempat, hanya anaknya yang menemui, sedangkan istri Heri sendiri lagi asik atau sibuk menimbang barang rongsokan yang dijual oleh pemulung, seakan-akan tidak peduli dengan kedatangan Satpol PP.

Ditempat yang sama yang tidak jauh dari lokasi usaha barang bekas tersebut, salah satu warga sekitar yang namanya tidak mau disebutkan kepada media ini  mengatakan, "Saya dan warga Dusun Tegalpakis ini berharap untuk langkah ke depannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dan tidak menggangu ketertiban umum. Karena selama ini tempat tersebut terlihat kumuh dan merusak keindahan, apalagi tempat itu berada diatas aliran sungai,yang selama ini sering terjadi banjir mengakibatkan air masuk kerumah-rumah warga, termasuk rumah saya sendiri mas?," jelas Mr.X. (Wahyu)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: