"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Sunday, 8 March 2020

Aktivis LPKN Dikroyok di Depan Resto Grand Royal Banyuwangi


Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com - Resto Grand Royal (GR), restoran yang menyediakan berbagai menu makanan dan room karaoke untuk keluarga di Kecamatan Gambiran. Rupanya, kurang aman bagi pengunjungnya sebab telah terjadi pengeroyokan oleh orang tak dikenal di depan pintu masuk Grand Royal kepada salah satu konsumennya bernama Sulaikam.



Sulaikam sendiri warga Desa Benculuk, merupakan aktivis Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN). Pengeroyokan yang menimpanya usai makan malam dan berkaraoke bersama teman-temanya itu terjadi pada Jumat 6 Maret 2020 sekira pukul 23:00 WIB, atas kejadian tersebut Sulaikam mengalami luka lebam di wajah dan bibir pecah. Merasa teraniaya, akhirya korban yang kerap disapa Ikam ini melapor ke Polsek Gambiran pada hari Sabtu kemarin 7 Maret 2020.

"Setelah selesai pembayaran di kasir tepatnya di pintu keluar tiba-tiba ada seseorang mendatangi saya langsung memukul dan beberapa temen pelaku yang lain juga ikut mengeroyok," ungkap Ikam. Atas kejadian tersebut, Ikam melapor ke polisi dan menuntut pihak management Grand Royal ( GR) untuk ikut bertanggung jawab, sebab kejadian masih berada di area GR.

Ikam berharap pihak kepolisian setelah menerima laporan dan keterangan saksi, segera melakukan tindakan cepat guna mengungkap pelaku. "Apa susahnya pihak kepolisian segera bertindak supaya segera terungkap siapa pelakunya, di GR kan ada cctv-nya , otomatis bisa dibaca dari cctv tersebut, anehnya masih harus menunggu," keluhnya pada awak media.

Sementara, sikap tegas disampaikan Pelni Rompis, LSM PBB, pihaknya menyayangkan atas kejadian pengeroyokan di resto dan tempat karaoke sekelas GR. "Karena kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian, maka kita akan kawal terus dan sudah pasti pihak management GR ikut bertanggung jawab, minimal segera proaktif membantu pihak kepolisian karena kejadian masih di lokasi GR," pungkas Pelni. (RF/wahyu)

Berita Terkait Kriminal

No comments: