"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 12 March 2020

FKIP UBI Banyuwangi Bentuk Pribadi Muda Yang Kritis Dan Cinta Tanah Air

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Cetak pemuda tangguh, kritis dan cinta tanah air, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bakti Indonesia (UBI ) gelar seminar nasional.

Untuk  nara sumber acara bertema "Membentuk Pribadi Muda Yang Kritis Dan Cinta Tanah Air". Itu yaitu Bupati Anas, diwakili Kepala Bakesbangpol Abdul Azis Hamidi, ketua DPRD, I Made Cahyana Negara, Direktur Radar, Samsudin Adlawi dan Ketua PWI, Syaifudin Mahmud.

Azis menjelaskan strategi pemerintah untuk kemajuan yaitu Pemerintahan tidak anti kritik utamanya dari kalangan mahasiswa.  "Kritik dari adik adik mahasiswa juga perlu, karena sikap kritis pemuda dan mahasiswa merupakan cerminan untuk kemajuan suatu wilayah," lontarnya.

Sementara Samsudin, menguraikan pentingnya rasa cinta terhadap tanah air. "Bagi para pemuda, selain sikap kritis juga sangat penting pula dikedepankan rasa cinta tanah air. Karena ini harus ditumbuhkembangkan, khususnya di kalangan mahasiswa," jelasnya.

Di sesi 'Bedah Ilmu Jurnalistik' oleh ketua PWI Banyuwangi, Syaifudin Mahmud.  Menurutnya di era digital ini tantangan wartawan semakin berat. "Tantangan wartawan semakin berat untuk bersaing menyajikan informasi terupdate," ungkap Pemred Radar Banyuwangi  ini.

Disamping itu, lanjut pria yang akrap disapa Aif ini, masyarakat juga harus pintar memilih konten yang bisa bertanggung jawab atas informasi.  "Karena jika ikut ikutan menyebarluaskan informasi yang salah atau hoax, beresiko terjerat Undang Undang ITE," tandasnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, menurutnya bahwa Pemuda merupakan usia yang masih memilik fisikli bagus, energik dan visi kedepan. “Apalagi sejarah berdirinya bangsa ini, juga tidak lepas dari peran pemuda," jelasnya.

Lanjut Made, kritis pemuda bisa diimplementasikan dari hal terkecil berpikir besar dan melakukan sebuah karya untuk sebuah perubahan yang positif.  " Jadilah pemuda yang kritis dan cinta tanah air," tegas pri yang asli kelahiran Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro ini. (kim/eros).

Berita Terkait Pendidikan

No comments: