"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 21 March 2020

Hoax, Pasar Tanjung Jember Ditutup Tiga Hari Dampak Corona

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Isu penutupan sejumlah tempat umum dan ruang-ruang publik di Jember, Sabtu (21/3/2020), melalui broadcast WhatsApp Massanger adalah bohong alias hoax.

Disebutkan penutupan ini berkaitan dengan rencana aktivitas penyemprotan  disinfektan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19). Berikut isi pesan berantai tersebut.

Bagi Warga Jember yg tidak punya keperluan besok 21- 26 Maret 2020 mulai pukul 06.00 - 18.00 dimohon jangan melewati jalan2 sbb:

1. Area Alun-Alun kota Jember
2. Area pasar tanjung
3. Stasiun Jember
4. Jl. Cokroaminoto Jember
5. Jl. Kalimantan Jember
6. Jl. Mastrip Jember
7. Jl. Jawa Jember
8. Jl. Kartini Jember
9. Jl. Trunojoyo Jember

Info:
per hari senin besok Pasar Tanjung tutup 2-3 hari krn mau ada penyemprotan.

Kepala Diskominfo Jember, Gatot Triyono memastikan informasi sejumlah tempat umum dan ruang publik, khususnya penutupan pasar itu tidak benar.  "Karena hingga hari ini belum ada arahan untuk melakukan penutupan pasar," ungkapnya.

Untuk itu Gatot menghimbau, kepara para pedagang agar tetap berjualan seperti biasanya dan masyarakat agar tetap tenang, tidak perlu panik dan resah namun tetap waspada.  Kendati demikian, bagi para pedagang agar mengikuti panduan pencegahan COVID-19, dari pemerintah atau organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO).

"Menjaga jarak minimal 1 meter antar pedagang dan pengunjung pasar, selanjutnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 15-30 detik. Kemudian, tutupi mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin serta buang tisu bekas bersin ke sampah yang tertutup,” harapnya.

Tak hanya itu, kadiskominfo berharap masyarakat tidak panik dalam menghadapi permasalahan Covid-19, juga tidak mudah percaya informasi terkait virus corona atau dapat langsung menghubungi nomor layanan call center.

"Semua pihak juga harus saling mendukung, sinergis, baik pemerintah maupun masyarakat dengan mengikuti anjuran dan panduan Pemkab Jember. Ini penting agar tidak terjadi penyebaran baru di masyarakat dan wabah pandemi dapat dilalui secepat mungkin,” pungkasnya. (kur/eros).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: