"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 9 March 2020

Ratusan Kader PMII dan Petani Demo Tolak Relokasi Saluran Irigasi

Demonstran membentangkan spanduk, Doc: Fahmi
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama petani puger melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumberdaya Air menuntut relokasi irigasi oleh PT. Semen Imasco Asiatic dihentikan.



"Kita sebenarnya poin tuntutannya satu, relokasi itu dihentikan, relokasi awal itu diaktifkan kembali karena ini menyengsarakan petani puger kulon, relokasi irigasi ini pokoknya harus segera dihentikan," ujar korlap aksi dari petani, Nurdianto kepada sejumlah media, Senin 9 Maret 2020.

Kata Nurdianto, akibat adanya relokasi irigasi ini, daya dorong air kecil sebab terlalu banyak belokan. Selama ini, "PT Imasco berdalih bukan kewenangannya, ketika pembelokan itu diuji coba mereka membantu dinas, itu sebetulnya sulit dinas melakukan bila tidak ada alat beratnya," katanya.

Nurdianto menuntut dihentikan segela bentuk relokasi. Jadi, proses relokasi seperti ini harus dihentikan mulai sekarang. Meski tanda tangan pakta integritas sudah ditanda tangani, tetap akan melanjutkan aksi hari ini ke DPRD dan Pemkab Jember.

Rilis yang diterima MAJALAH-GEMPUR.Com, proses relokasi irigasi selama ini tidak pernah melibatkan petani. PT. Semen Imasco Asiatic sukses melakukan pembelokan irigasi setelah mendapatkan izin uji coba pembelokan irigasi dari pihak terkait.

Izin tersebut berdasatkan surat No. 610/87/35/09/312/2020 perihal uji coba saluran puger baru berbunyi bahwasanya uji cobq I (musim hujan) saluran II Puger baru daerah irigasi bedadung berlangsung selama 3 hari terhitung sejak 11-13 Februari 2010.

Akibat uji coba ini, air yang sebelumnya mampu mengairi seluruh petak sawah mulai dari puger wetan sampi puger kulon. Kini hanya mampu mengairi seluruh puger wetan dan sebagian puger kulon. Bahkan, sebagian mengalami kekeringan.

Oleh karenanya, petani puger menolak relokasi tersebut karena dinilainya merugikan. Mereka menuntut penghentian upaya relokasi saluran irigasi oleh PT Semen Imasco Asiatic sebab merugikan petani dan cacat hukum

Menindak oknum pemerintah daerah Kabupaten Jember beserta dinas terkait dan pemerintah Provinsi bagi mareja yang tidak transparan atas segala informasi dan kebijakam. Menuntut hak petani atas kerugian yang dialamimya berdasarkan UU 17 tahun 2019.

Meminta relokasi irigasi dikembalikan ke posisi semula dan pemerintah akan memastikan tidak akan adalagi relokasi oleh PT. Semen Imasco Asiatic atau pihak manapun, menyuruh tugaskan Dinas PU Bina Marga dan Sumberdaya Air menormalisasikan irigasi.

Ratusan massa aksi ini semula berorasi di depan kantor Dinas PUBM dan Sumberdaya Air. Kemudian, merangsek ke dalam halaman kantor dinas, tidak lama berselang perwakilan pendemo baik dari PMÌI maupun petani menemui Kadis di ruangan kantor.

Namun, pertemuan yang berlangsung sekitar setengah jam tersebut tidak menemui titik temu, dari PMII maupun petani yang meminta dinas mengambil sikap tidak ditanggapi, Kadis PUBM dan Sumberdaya Air Yessiana Arrifa bersikukuh akan lebih dulu koordinasi dengan provinsi dan kementrian.

Akhirnya, perwakilan PMII dan petani keluar ruangan mendinginkan massa aksi di halaman kantor dinas yang sudah mulai memanas dan mendekat ke pintu kantor Dinas PUBM dan Sumberdaya Air.

Kepala Dinas PUBM dan Sumberdaya Air, Yessiana Arrifa saat diwawancara mengatakan, mengenai tuntutan demonstran, Yessi memastikan akan menyampaikannya. "Untuk menutup saluran itu kembali, saya perlu koordinasi lebih dulu dengan provinsi dan kementrian," ujar Yessi.
Kepala Dinas PUBM dan Sumberdaya Air Yessiana Arrifa, Doc: Fahmi

Yessi mengaku sudah berkoordinasi berulang kali supaya dikembalikan ke kondisi awal sebab Dinas PUBM dan Sumberdaya Air bersama petani, "Hari ini ada rapat lagi dengan provinsi nanti kami tanyakan lagi," ucap Yessi.

Kata Yessi sudah berulangkali meninjau lokasi, masalah evaluasi bahwa hasil dari assement ada kesalahan tekhnis di lapangan terkait relokasi saluran irigasi tersebut, yakni tidak sampainya air ke hilir Puger Kulon.

Yessi berkelit tidak memiliki kewenangan untuk saluran irigasi tersebut sehingga tidak bisa mengambil langkah hanya saja akan melakukan koordinasi, "Itu kewenangannya pusat sementara pengelolaannya dari TPOP provinsi," terang Yessi.

Dinas PUBM dan Sumberdaya Air sudah memberikan surat teguran. Namun, kata Yessi pihak PT Semen Imasco Asiatic belum mengambil saluran, "Kalau kita sudah koordinasi secara informasi mereka (PT Semen Imasco) memang tidak mau," tutur Yessi.

Menurut Yessi tiga pihak harus hadir saat proses pengambalian saluran. Sementara, Imasco sendiri kata dia tidak kooperatif, "Bila tidak memenuhi prosedur tekhnis maka tidak bisa mengeluarkan izin, uji coba ini nanti masih ada lagi sampai pada debit terendah, bila debit terendah tidak memenuhi nanti akan diputuskan bersama,"ungkap Yessi.

Tak berselang lama dari wawancara, massa aksi yang mulai memanas di depan pintu kantor dinas, akhirnya Yessi melunak, dia bersedia menanda tangani pakta integritas yang disodorkan demonstran. Massa aksi pun melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Jember dan ke depan Pemkab Jember. (RF).



Berita Terkait Agraria

No comments: